Tribun Bandar Lampung

Kasus Mahasiswa UIN Raden Intan Diduga Dicabuli Dosen: Klasika Sebut Ini Bukan yang Pertama!

Pelecehan seksual yang terjadi di Universitas Negeri Islam (UIN) Raden Intan menarik perhatian banyak kalangan.

Kasus Mahasiswa UIN Raden Intan Diduga Dicabuli Dosen: Klasika Sebut Ini Bukan yang Pertama!
TribunLampung/Hanif Mustafa
Penanggung Jawab Program Kelompok Studi Kader (Klasika) Een Rainsah Kecam pecehan seksual di dalam kampus oleh dosen 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pelecehan seksual yang terjadi di Universitas Negeri Islam (UIN) Raden Intan menarik perhatian banyak kalangan.

Termasuk Een Riansah yang merupakan Penanggungjawab Program Kelompok Studi Kader (KLASIKA) ikut mengomentari peristiwa tersebut.

Terlebih peristiwa tersebut terjadi di kampus UIN.

Ditanya soal Kasus Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswi, Oknum Dosen UIN: No Comment Saya

"Peristiwa ini merupakan hal yang luar biasa, karena kasus pelecehan seksual justru terjadi di lingkungan perguruan tinggi dalam hal ini kampus. Lebih miris lagi hal ini justru terjadi di kampus berbasis agama terbesar di Lampung," ujarnya melalaui rilis yang diterima Tribun Lampung, Kamis 10 Januari 2019.

Ia pun menjelaskan, peristiwa itu bukan pertama kalinya di kampus tersebut.

Sebelumnya pernah terjadi 3 kasus pelecehan dalam 3 tahun terakhir.

Selain itu, kasus yang sama juga sempat terjadi di Universitas Lampung belum lama ini.

"Hal ini sangat miris terlebih ini dilakukan oleh oknum pendidik yang harusnya memberikan contoh moral yang baik pada anak didiknya," katanya Een.

Kasus Mahasiswi UIN Raden Intan Diduga Dicabuli Dosen: Polisi Gali Keterangan Pelapor dan 5 Saksi

Ia berharap, ini tidak hanya menjadi perhatian bagi aktivis perempuan.

Tapi lembaga pendidikan, akademisi, lembaga hukum, dan pihak terkait lainnya juga harus memberi perhatian yang lebih terhadap kasus ini.

Hal ini dilakukan agar selanjutnya tak lagi terjadi kasus yang sama.

"Saya mengecam keras perbuatan amoral tersebut, dan meminta semua pihak untuk melakukan pengawalan serius terkait hal ini," terangnya.

(*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved