Tribun Lampung Selatan

VIDEO - Pasca Diterjang Tsunami, Nelayan PPI Bom Belum Berani Melaut

PPI Kalianda juga menjadi tempat persinggahan nelayan-nelayan dari Cirebon, Banten, dan Lempasing.

Laporan Live Streaming Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Pascatsunami Selat Sunda, aktivitas di PPI Bom Kalianda mulai menggeliat.

Sebagian besar nelayan masih memperbaiki kapal yang rusak terkena terjangan tsunami.

Badri, pengurus paguyuban nelayan di PPI Bom Kalianda, mengatakan, saat tsunami menerjang pada Sabtu, 22 Desember 2018 lalu, banyak kapal nelayan yang rusak.

 Nelayan Lampung Selatan Sambut Baik Rencana Usulan Bantuan Kapal Bagi nelayan Korban Tsunami

 Rencana Presiden Jokowi Relokasi Warga Pulau Sebesi Terganjal Ganti Rugi Rp 64 Miliar

“Dari data kita, ada 13 kapal jenis rampus yang rusak parah. Kemudian ada dua kapal congkel dan sekitar 40 kapal jukung atau katiran rusak. Itu juga berikut dengan alat tangkapnya,” kata dia, Rabu, 9 Januari 2019.

Karenanya, ujar Badri, belum banyak nelayan di PPI Bom yang kembali melaut.

Para nelayan masih memperbaiki kapalnya.

Sementara nelayan yang kapalnya rusak parah memilih menunggu bantuan dari pemerintah.

Saat ini, di PPI Bom Kalianda ada sekitar 80 perahu dari berbagai jenis.

PPI Kalianda juga menjadi tempat persinggahan nelayan-nelayan dari Cirebon, Banten, dan Lempasing.

Halaman
12
Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved