Tribun Bandar Lampung

Terlilit Utang Jadi Alasan Terdakwa Antar Bungkusan "Snack" Isi Sabu

Masih ingat viral video penangkapan terduga kasus narkoba jenis sabu di Instagram pada 2018 lalu?

Terlilit Utang Jadi Alasan Terdakwa Antar Bungkusan
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Nia Apriani, terdakwa kurir sabu 2 kg, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis 10 Januari 2019 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Masih ingat viral video penangkapan terduga kasus narkoba jenis sabu di media sosial Instagram pada 2018 lalu? Video itu merekam aksi polisi meringkus perempuan terduga kurir sabu dalam kemasan snack (makanan ringan) di depan parkiran Rabobank, Jalan RA Kartini, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Kamis, 20 September.

Kini, kasus tersebut memasuki sidang perdana di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang. Perempuan bernama Nia Apriani (23), warga Provinsi Riau, menjalani sidang perdana dengan status terdakwa pada Kamis (10/1/2018).

Jaksa Penuntut Umum Sabi'in mendakwa Nia dengan pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. JPU menyebut, terdakwa Nia menjadi perantara peredaran sabu seberat dua kilogram dari Pekanbaru, Riau, menuju Bandar Lampung.

Dalam surat dakwaan JPU Sabi'in terungkap, terdakwa Nia menerima tawaran menjadi kurir sabu lantaran memiliki utang. Ia berutang kepada temannya berinisial I, yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Minggu, 6 September 2018, sekitar pukul 05.00 WIB, terdakwa bersama I pulang dari klub malam ke rumah kontrakan I, di Jalan Rajawali, Pekanbaru. Di kontrakan, I menawarkan pekerjaan mengantar sabu-sabu ke Bandar Lampung," papar JPU Sabi'in dalam sidang kurir sabu 2 kg.

Setelah Nia bersedia, terang JPU Sabi'in, I menghubungi seseorang berinisial K untuk meminta narkoba jenis sabu. Sabu itu terkemas dalam dua bungkus snack. K juga masuk DPO.

"Sampai di Bandar Lampung, keduanya (terdakwa Nia dan I) berhenti untuk mencari tempat peristirahatan sambil menunggu perintah," katanya.

Dalam instruksinya, beber JPU Sabi'in, K meminta keduanya pergi ke sebuah bank di Jalan RA Kartini. Di sana, akan ada orang uang menunggu untuk mengambil sabu.

"Tapi, petugas dari Polda Lampung berhasil menggagalkan (serah terima sabu) dan menangkap terdakwa," ujar JPU Sabi'in seraya menambahkan, I melarikan diri begitu mendengar terdakwa tertangkap.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved