Aksi Kilat Maling Motor di Kota Metro Lampung Terekam CCTV

Aksi Kilat Maling Motor Milik Driver Ojek Online di Kota Metro Lampung Terekam CCTV

Aksi Kilat Maling Motor  di Kota Metro Lampung Terekam CCTV
instagram
Aksi Kilat Maling Motor di Kota Metro Lampung Terekam CCTV 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Aksi pencurian sepeda motor Honda Beat  di Kota Metro, Lampung, terekam CCTV.

Dilansir akun instagram @metrobergeliat, Sabtu 12 Januari 2019, peristiwa tersebut terjadi di Indah Permai Hotel Kecamatan Metro Barat, pukul 04.34, 12 Januari 2019.

Berdasarkan keterangan akun tersebut, setang motor dalam kondisi terkunci dan diberi gembok tambahan serta penutup kunci.

Beredar Video Intim di Lampung yang Diperankan Bapak dan Anak Kandung

Adapun korban pencurian seorang driver ojek online.

 metrobergeliat

12/01/2019 pukul 04.32 wib pagi hari ini kembali terjadi pencurian kendaraan bermotor untuk kesekian kalinya di kota metro, kali ini di indah permai hotel kecamatan metro barat.

Padahal motor dlm kondisi dikunci stang, gembok tambahan kunci pengamanan dan penutup kunci, namun pencuri tetep saja sangat mudah menggondol motor dalam waktu yg sangat singkat atas nama pemilik jajang yg berprofesi sebagai ojol ini.

Semoga motor korban dpt segera ditemukan berikut pelakunya. dan kepada kita semua untuk lebih ekstra berhati2 lagi dlm meletakan motor meski sudh diberi kunci pengaman tambahan lainya. Tetap selalu waspada karena kejahatan ada disekitar kita.

@humas_polresmetro_lampung 
@pemerintahkotametro 
@halo_polda_lampung

Hidup Penuh dengan Perjuangan, Artis Tamara Bleszynski Buka Warung di Bali


#curanmor 
#tindakkejahatan 
#kotametrolampung 
#rawanpencurian 
#metrobergeliat

Unggahan video tersebut pun dibanjiri komentar netizen.

puspita1218 Motor adek sepupu ini min...mohon bantuannya ya  terima kasih

gustiryandhi Ini perlu tindakan tegas dari pihak kepolisian, jam yg sama dengan kejadian motor saya juga 28desember lalu

nangyosa Sama seperti kejadian di bulan februari 2018 motor saya 2 hilang modus sama di angkat karena semua sudah di gembok+alarm sama saya masi di angkat @resmob_polresmetro @humas_poldalampung Mohon komandan dibuat aman kota kecil kami ini METRO @humas_polresmetro_lampung

Gempa Magnitudo 5,0 Getarkan Tanggamus Lampung, Tak Berpotensi Tsunami

Tekab 308 Bekuk DPO Curanmor
 
Seorang tersangka anggota komplotan pencuri sepeda motor dibekuk pada Jumat (4/1) pekan lalu. M Soleh (18), nama tersangka itu, merupakan satu dari total tiga anggota komplotan curanmor yang beraksi di Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, 7 September 2018.
Kapolsek Kedaton Komisaris Abdul Mutolib menjelaskan, Team Khusus Antibandit 308 meringkus Soleh di Kecamatan Jabung, Lampung Timur.
"Tersangka ini (Soleh) memiliki peran melihat situasi sekitar dengan menunggu di atas motor. Sementara dua rekannya 'memetik' (menggasak motor)," katanya saat ekspose kasus di kantornya, Jumat (11/1).
Ia mengungkapkan, komplotan curanmor ini terbilang nekat saat beraksi.
Pada Jumat, 7 September 2018, beber Abdul, Soleh dan dua rekannya tepergok ketika sedang menggasak motor di Pematang Wangi, Tanjung Senang, Bandar Lampung.
"Mereka bawa sajam (senjata tajam). Salah satunya (Rafi Akbar) melawan dan membahayakan anggota serta warga. Terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur (ditembak) hingga MD (meninggal dunia) di tempat," ujarnya.
Sementara Soleh dan seorang rekan lainnya, Feri Yanto, berhasil kabur saat itu.
Tekab 308 baru berhasil membekuk Soleh di rumahnya setelah empat bulan pencarian, tepatnya pada Jumat pekan lalu.
"Kami berhasil mengamankan seorang tersangka melalui rekaman CCTV (closed circuit television). Dari rekaman CCTV itu, Tekab 308 mendapati identitas kendaraan yang digunakan saat menjalankan aksi, yakni motor Honda Scoopy B 6626 CXR," terang Abdul. "Kami telusuri kendaraan itu hingga bisa menemukan tersangka (Soleh) di Jabung," sambungnya.
Abdul menjelaskan, komplotan curanmor ini beraksi dengan modus umum, yaitu mengincar motor di tempat parkir dan kos-kosan.
"Mereka berangkat dari Lampung Timur ke Bandar Lampung. Begitu dapat hasil curian, langsung balik ke Lampung Timur," katanya.
Abdul menambahkan, tersangka Soleh dijerat pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman pidana tujuh tahun penjara.
Adapun rekannya, Feri Yanto, masih dalam pengejaran. (nif)
Nafkahi Ibu dan Nenek
TERSANGKA M Soleh mengaku terpaksa menjadi bagian dari komplotan curanmor. Ia beralasan harus menafkahi ibu dan neneknya.
"Saya jadi tulang punggung. Ayah nggak ada. Saya punya tanggungan ibu dan nenek," katanya saat diwawancara awak media di Polsek Kedaton, Jumat (11/1).
Ketika ditanya kenapa tidak mencari pekerjaan lain, misalnya menjadi buruh tambang pasir, Soleh menyebut tenaganya tidak laku. "Nggak ada yang ngajak. Malah nggak makan (jika tidak dapat uang)," ujarnya.
Soleh mengaku motor hasil curian biasanya dijual seharga Rp 4 juta. "Sekali jual, Rp 4 juta. (Hasil penjualan motor curian) dibagi. Saya cuma dapat Rp 1,5 juta, dipotong Rp 500 ribu," katanya.
Kepada penyidik, Kapolsek Kedaton Kompol Abdul Mutolib menjelaskan, tersangka Soleh mengaku baru dua kali beraksi. Namun, pihaknya belum 100 persen percaya. "Kami masih mendalami keterangan tersangka," ujarnya. 
Penulis: taryono
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved