Tribun Tanggamus

Meski Hanya Sebentar, Warga Tanggamus Kaget Saat Merasakan Getaran Gempa 4,9 SR

BPBD Tanggamus menyatakan terjadi gempa bumi di titik 158 km barat daya dari Tanggamus.

Meski Hanya Sebentar, Warga Tanggamus Kaget Saat Merasakan Getaran Gempa 4,9 SR
TribunLampung/Tri Yulianto
Gempa bumi 4,9 SR dirasakan warga Tanggamus
Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - BPBD Tanggamus menyatakan terjadi gempa bumi di titik 158 km barat daya dari Tanggamus.
Sejauh ini, gempat tersebut tidak timbulkan tsunami dan belum ada laporan dampak kerusakan. 
Menurut Adi Nugroho, Kabid Kedaruratan BPBD Tanggamus, informasi gempa dari BMKG yang terjadi sekitar pukul 19.04 WIB.
Kategori gempa bumi ini tektonik akibat pergeseran lapisan bumi. 
"Kekuatan gempa 4,9 magnitudo, pada pada kedalaman 53 km. Episenter pada koordinat 6,85 LS dan 104,24 BT, atau tepatnya di laut Samudra Hindia, jarak 158 km arah selatan Kota Agung," kata Nugroho, Sabtu 12 Januari 2019.
Ia menambahkan, dari informasi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal. 
Hal itu akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia tepatnya di zona megathrust.
Lalu hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan gempa ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault).
Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Liwa dalam skala intensitas II - III MMI.
Dan hingga pukul 19.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.  
"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan," tambah Nugroho. 
Ia meminta masyarakat pastikan informasi resmi dari BMKG melalui akun resmi instagram/twitter (@infoBMKG), lalu website (www.bmkg.go.id), atau melalui mobile aplikasi (@infobmkg). 
Menurut Niko, warga Kota Agung, mengaku sempat terkejut saat merasakan gempa, terlebih informasinya sampai lima skala richter. 
"Kaget saja rasanya makanya langsung memberi tahu yang lain kalau ada gempa, meski kerasa sebentar," ujar Niko.
Warga Kota Agung lainnya Ria mengaku, tidak merasakan adanya gempa sebab sedang naik motor dan baru tahu setelah banyak yang membicarakan. 
"Tidak kerasa, tidak tahu juga, tahunya sudah ramai orang ngobrolin ada gempa," kata Ria.
(*) 
Penulis: Tri Yulianto
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved