Tribun Bandar Lampung

Mahasiswi asal Filipina dan Thailand Mengajar di Lampung

Empat mahasiswi asing datang ke Lampung dalam rangka Inbound Student for Southeast Asia (SEA)-Teacher Program Batch 7.

Mahasiswi asal Filipina dan Thailand Mengajar di Lampung
Tribun Lampung/Bayu Saputra
Empat mahasiswi asal Filipina dan Thailand mengajar di Lampung. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Empat mahasiswi asing datang ke Lampung dalam rangka Inbound Student for Southeast Asia (SEA)-Teacher Program Batch 7.

Mereka akan mengajar di Lampung selama sebulan.

Dua mahasiswi berasal dari Filipina, yaitu Lovely Cyrill S Cedeno dari University of Mindanao Philippines dan Czarina Joy Q Abat dari Roosevelt College Inc Philippines.

Sementara dua mahasiswi lainnya berasal dari Thailand, yakni Cholthicha Klungya dari Pilbulsongkram Rajabhat University Thailand dan Thidalak Klomklamnum dari Pilbulsongkram Rajabhat University Thailand.

Polisi Ungkap Prostitusi Online di Kota Metro, 2 Muncikari Sediakan Mahasiswi Bertarif Rp 600 Ribu!

"Lovely Cyrill S Cedeno akan mengajar Pre-School di TK Tunas Mekar Indonesia. Kemudian Czarina Joy Q Abat mengajar di SD Darma Bangsa. Sementara Cholthicha Klungya mengajar bahasa Inggris di SMA YP Unila dan Thidalak Klomklamnum mengajar IPA di SMP Darma Bangsa," jelas Wakil Rektor Unila Bujang Rahman di ruang rapat rektor, Senin, 14 Januari 2019.

Sebaliknya, Unila mengirim tujuh mahasiswa-mahasiswi ke Filipina dan Thailand dalam program serupa.

Di antaranya, Hendi Nur Pratama yang akan bertugas di Northern Iloilo Polytechnic State College Philippines, Siti Rohaya di Pilbulsongkram Rajabhat University Thailand, serta Fanesha Radhia dan Azizia Haryanto Putri di University of Mindanao Philipines.

Tersandung Investasi Bodong hingga Rp 3,5 Miliar, Mantan Mahasiswi Ini Ditangkap Polisi

Selanjutnya Intan Putri Arbain akan bertugas di Roosevelt College Inc Philippines, Ahmad Fatkhul Amin di Pilbulsongkram Rajabhat University Thailand, dan Khairun Nisa di Banguet State University Philippines.

Bujang mengungkapkan, program tersebut merupakan upaya membangun kesamaan visi tentang guru di Asia Tenggara.

Sementara bagi sekolah, sambung dia, bisa membuka mata dalam melihat dunia global.

"Bahasa Inggris menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak harus mahasiswa dan mahasiswi kuasai. Sharing ilmu dan kebudayaan antarsesama juga menjadi landasan terselenggaranya pendidikan yang berkualitas," ujarnya.

Pihaknya pun berharap para peserta SEA Teacher dari Filipina dan Thailand bisa menikmati kegiatan mengajar di Lampung.

"Salah satu kesulitan mahasiswa asing di sekolah Indonesia adalah soal rencana pembelajaran yang bagi mereka sangat ribet," kata Bujang. (*)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved