Terbongkar Prostitusi Online di Lampung, Mahasiswi Layani Pejabat hingga Pengusaha Tarif Rp 600.000

Terbongkar Prostitusi Online di Lampung, Mahasiswi Layani Pejabat hingga Pengusaha Tarif Rp 600.000

Terbongkar Prostitusi Online di Lampung, Mahasiswi Layani Pejabat hingga Pengusaha Tarif Rp 600.000
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
ILUSTRASI - Terbongkar Prostitusi Online di Lampung, Mahasiswi Layani Pejabat hingga Pengusaha Tarif Rp 600.000 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Terbongkar Prostitusi Online di Lampung, Mahasiswi Layani Pejabat hingga Pengusaha Tarif Rp 600.000

Praktik prostitusi online ternyata tidak hanya terjadi di kalangan artis.

Pelajar dan mahasiswa di Lampung pun terlibat pada dunia hitam ini.

Praktik prostitusi online ini berhasil terbongkar di Kota Metro.

Dialog 30 Detik dengan Presiden Jokowi yang Bersejarah bagi Warga Pulau Sebesi

Polisi berhasil mengamankan dua muncikari, H (38) dan LR (23). Keduanya merupakan warga Punggur, Lampung Tengah. Keduanya mengaku memperdagangkan sekitar 10 perempuan kepada laki-laki hidung belang.

"Latar belakangnya (perempuan yang diperdagangkan) berbeda-beda. Ada yang mahasiswa, ada yang janda, dan memang tidak ada kerja. Untuk pelajar maupun seks menyimpang atau pasangan sejenis, itu tidak ada dari dua tersangka tadi," kata Kepala Satreskrim Polres Metro Ajun Komisaris Try Maradona, Minggu (13/1).

Asal kesepuluh perempuan tersebut juga beragam. Ada yang dari Metro, Lampung Tengah, dan Pesawaran. Untuk penggunanya juga berasal dari beragam latarbelakang. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pengusaha, pekerja swasta, hingga pejabat pemerintah daerah.

Kedua muncikari ini sendiri telah ditangkap pada 23 Desember 2018 lalu. LR ditangkap saat akan menawarkan seorang wanita kepada pelanggan di salah satu hotel di wilayah Metro Barat, Kota Metro. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan H. Dari hasil penyelidikan diketahui, ada 10 perempuan yang diperdagangkan keduanya.

Dilanjutkan Try, prostitusi via online ini sangat tertutup rapat dan terselubung. Tidak tersebar dan terbuka bagi umum. Sehingga perlu peran semua pihak turut aktif mengawasi dan melaporkan.

"Kalau dulu kan iya lewat Facebook, langsung tawarkan harga segini, tapi sekarang sudah tertutup. Termasuk yang kita ungkap bulan kemarin itu. Meraka hanya via WhatsApp. Dan itu pun tertutup. Hanya dari user atau teman user begitu," terangnya.

Rektor UIN Raden Intan Pastikan Tak Bela Dosen Jika Terbukti Cabuli Mahasiswi

Halaman
1234
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved