Tribun Way Kanan

Bupati Way Kanan Beri Gelar Penghargaan Marga Pemuka Bangsa Raja Kecamatan Negeri Besar

Adipati surya saat berikan Gelar Penghargaan Marga Pemuka Bangsa Raja Kecamatan Negeri Besar pada Rabu (16/1/2019)

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, WAY KANAN - Bupati Way Kanan Selenggarakan Pemberian Gelar Penghargaan
Marga Pemuka Bangsa Raja Kecamatan Negeri Besar bertempat di Di Sesat Tantan Gumanti dan balai Pandan Marga Buay Pemuka Bangsa Raja Negeri Besar, pada Rabu (16/1/2019)

Bupati Raden Adipati Surya dalam sambutannya menyampaikan 
Bahwa Kegiatan pada hari ini dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi antara Penyimbang Marga, Penyimbang Tiyuh dari Marga Pemuka Bangsa Raja Kecamatan Negeri Besar, sebagai upaya kita untuk melestarikan budaya Lampung, khususnya Lampung Way Kanan.

"Berdasarkan Undang-Undang Nomor 05 Tahun 1992 tentang cagar budaya, peraturan daerah provinsi Lampung nomor 02 Tahun 2008 tentang pemeliharaan kebudayaan Lampung dan peraturan daerah Kabupaten Way Kanan  Nomor 35 Tahun 2000 tentang pemberdayaan, pelestarian dan pengembangan adat serta lembaga adat, Kami selaku pemerintah sangat mendukung  sepenuhnya berbagai upaya agar adat dan budaya Lampung Way Kanan dapat lestari dan ikut serta menjadi salah satu daya tarik wisatawan di Kabupaten Way Kanan."

Beliau menambahkan bahwa Seni warahan Lampung, Seni Pisaan, Seni Pincak dan sebagainya, termasuk Cerita-cerita legenda asal Lampung apabila tidak kita turunkan dengan generasi muda,  maka sejarah ini akan hilang seiring perkembangan zaman.

Budaya masyarakat Lampung terkenal ada 5 (prinsip) dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
Piil Pusinggiri,  adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan diri masyarakat Lampung, wajib menjaga nama baik dan menegakkan harga diri secara pribadi maupun berkelompok.
Sakai Sambaian, adalah sikap hidup orang Lampung saling bergotong-royong, saling tolong-menolong, dan saling memberi.

Nemui Nyimah, adalah sikap murah hati dan ramah kepada siapa saja, kita masyarakat Lampung selalu terbuka bagi masyarakat Luar Lampung.

Nengah Nyapur, adalah perwujudan bahwa kita masyarakat Lampung berjiwa sosial, peduli terhadap sanak pamili dan bergaul dengan bergau masyarakat sekeliling kita.

Bejuluk Beadok, adalah ciri khas ram Lampung untuk menghormati individu tertentu atas sikap hidupnya dengan memberikan julukan/adok kehormatan.

"Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi media untuk membangun animo generasi muda dalam menggali dan memahami nilai-nilai budaya tradisi Kabupaten Way Kanan yang kaya dengan kearifan dan tata nilai yang khas, oleh sebab itu, pada kesempatan ini saya selaku Bupati mengharapkan perhatian dan keikhlasan Para Pelestari adat budaya Lampung, untuk terus konsisten, rela dan ikhlas membagi ilmu, menuturkan kembali riwayat leluhur kita. sehingga genari muda kita tetap memahmi silsilah dari Leluhur masyarakat Lampung.

"Semoga kegiatan kita pada hari ini menjadikan awal sebagai kemantapan hati dalam mendedikasikan karya kita semua bagi kemajuan Way Kanan Bumi Ramik Ragom."

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved