Tribun Tanggamus

Polres Tanggamus Selidiki Penyebab Kebakaran yang Habiskan Panglong Kayu dan Gudang Rongsokan

Polres Tanggamus selidiki kebakaran yang habiskan panglong kayu dan gudang rongsokan di lingkungan Tegal Wangi, Kuripan, Kota Agung, Tanggamus.

Polres Tanggamus Selidiki Penyebab Kebakaran yang Habiskan Panglong Kayu dan Gudang Rongsokan
TribunLampung/Tri Yulianto
Kebakaran panglong dan gudang rongsokan di Kota Agung 
Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Polres Tanggamus selidiki kebakaran yang habiskan panglong kayu dan gudang rongsokan di lingkungan Tegal Wangi, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus. 
Penyelidikan dipimpin Kaur Bin Ops Satreskrim Inspektur Satu Ramon Zamora, yang melibatkan tim Inafis dan anggota Polsek Kota Agung. 
Tim inafis menfokuskan pada empat titik dalam proses identifikasi serta mengambil empat plastik sampel arang di lokasi kebakaran. 
"Kami datangi dan olah TKP kebakaran bersama tim lnafis dan Polsek Kota Agung hasilnya akan disampaikan setelah evaluasi tim," ujar Ramon mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Sabtu 19 Januari 2019.
Kemudian menurut Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis, kebakaran dilaporkan masyarakat sekitar pukul 1.30 WIB.
Lalu melakukan koordinasi dengan Unit Damkar guna pemadaman.
"Tadi malam, kami mendatangi TKP dan membantu proses pemadaman, saat tiba api sudah membesar," jelas Syafri.
Ia menambahkan, tempat kebakaran berupa panglong kayu sekaligus tempat pembuatan mebel milik Hasbi.
Lalu gudang rongsokan milik Dedi warga lingkungan Tegal Wangi.
Petugas Damkar yang datang membantu pemadaman dan pendinginan hingga pukul 3.00 WIB.
Proses pemadaman memakan waktu lama karena barang mudah terbakar, serta Damkar yang alami berbagai kendala saat pemadaman. 
Syafri menegaskan tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian kedua korban Hasbi dan Dedi  diperkirakan masing-masing Rp 100 juta. 
Menurut Hasbi, pemilik panglong, tahu adanya kebakaran karena mendengar teriakan tetangga. Begitu keluar rumah api sudah membakar panglong. 
Ia mengaku, akibat kebakaran tersebut mengalami kerugian barang mebelnya berupa 40 pintu yang siap pakai, 100 lobang kusen, 30 bingkai kaca dan balokan kayu yang belum diproses.
"Harapannya pemerintah dapat membantu kami, karena barang yang terbakar adalah barang titipan, pesanan orang yang harus diganti," ujar Hasbi. 
(*)
Penulis: Tri Yulianto
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved