Peserta CPNS Lamsel dan Tanggamus Sudah Pemberkasan

ebanyak 345 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lampung Selatan yang lulus tes seleksi telah melakukan pemberkasan hingga batas akhir

Peserta CPNS Lamsel dan Tanggamus Sudah Pemberkasan
TribunKaltim.co
ilustrasi pengumuman hasil tes skd cpns 2018 

Peserta CPNS Lamsel dan Tanggamus Sudah Pemberkasan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Sebanyak 345 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lampung Selatan yang lulus tes seleksi telah melakukan pemberkasan hingga batas akhir Selasa (22/1). Dari total tersebut merujuk hasil verifikasi tim Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Latihan kabupaten setempat, masih sekitar lima persen atau 17-18 CPNS yang belum melengkapi surat sehat rohani.

"Masih kita tunggu. Karena memang pembuatan surat kesehatan rohani ini kan di RS Jiwa Pesawaran. Dan seluruh Lampung membuat disana," terang Kabid Mutasi dan Pengadaan Pegawai, Dharma Kurniawan.

Ia menambahkan, Kabupaten Lampung Selatan membuka 354 formasi. Namun yang lulus 345 dan 9 formasi tidak terisi.

Penerimaan CPNS 2019 Dibuka Mulai Maret, Pemerintah Sediakan 100 Ribu Kuota

Formasi yang tidak terisi rinciannya, tiga dari formasi penerimaan K2 (honorer K2); tiga formasi untuk epidemologi dan tiga formasi penyuluh kesehatan masyarakat. Formasi tersebut kosong karena minim pendaftar dan peserta tes tidak memenuhi standar passing grade yang ditentukan.

Kepala BKPLD Lampung Selatan Akar Wibowo mengatakan, Surat Keputusan (SK) bagi CPNS yang lulus rencananya mulai diterbitkan awal Maret mendatang. Saat ini masih proses pemberkasan.

BKPSDM Tanggamus : Kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Jiwa CPNS Fleksibel

Terpisah, Prayit, Kasubid Kepegawaian BKPSDM Tanggamus menyatakan, dari total 250 peserta lolos CPNS semuanya sudah menyerahkan berkas. "Senin kemarin memang ada tiga yang belum lengkap berkasnya, tapi hari ini sudah dilengkapi," ujarnya mewakili Kepala BKPSDM Tanggamus Nur Indrati.

Maskur, peserta CPNS Tanggamus mengatakan, berkas surat keterangan kesehatan jiwa jadi kendala peserta saat proses pemberkasan. "Kalau bisa ke depan surat keterangan itu ditiadakan sebab saat tes dulu, soal-soalnya juga ada tentang psikologi. Kalau sekarang lolos berarti sehat kejiwaannya," terang calon guru agama di SMPN 2 Limau ini.

Ia menyatakan, untuk mendapatkan surat kesehatan jiwa, peserta mengerjakan sebanyak 567 soal di Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa, Pesawaran. Mereka juga membayar administrasi tes Rp 255 ribu. (ded/tri)

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved