Tribun Lampung Utara

Demam Berdarah Diduga Jadi Penyebab Meninggalnya Gilang Ramadhan, Remaja Belia Asal Lampung Utara

Gilang Ramadhan (11), putra pasangan Mahmudin (38) dan Jefrida (38) yang bekerja di kantor Inspektorat Lampung Utara meninggal dunia.‎

Demam Berdarah Diduga Jadi Penyebab Meninggalnya Gilang Ramadhan, Remaja Belia Asal Lampung Utara
Tribun Lampung/Anung Bayuardi
Rumah kediaman Gilang Ramadhan (11), putra pasangan Mahmudin (38) dan Jefrida (38) yang meninggal dunia diduga karena terkena penyakit demam berdarah Dengue (DBD). 
Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Gilang Ramadhan (11), putra pasangan Mahmudin (38) dan Jefrida (38) yang bekerja di kantor Inspektorat Lampung Utara meninggal dunia.‎
 
Bocah tersbeut diduga terkena penyakit demam berdarah Dengue (DBD).
 
Siswa kelas VII di salah satu SMP ini menghembuskan napas ter‎akhirnya setelah sempat dirawat sekitar 10 jam di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), Bandar Lampung, Rabu (23/1/2019), sekitar pukul 06.30 WIB.
 
 
Sebelum dilarikan ke Bandar Lampung, almarhum juga sempat dir‎awat sekitar lima jam lamanya pada Senin sore (21/1/2019).
 
"Almarhum masuk ke RSU Ryacudu, Kotabumi, pada Senin sore," terang Hakki Husin, kerabat almarhum yang masih berstatus kakek almarhum di rumah duka.
 
Sepengetahuannya, almarhum diketahui sakit sejak Jumat pekan lalu.
 
Namun, lantaran tak kunjung membaik, siswa kelas VII SMPN 3 Kotabumi itu akhirnya dibawa ke RSU Ryacudu, sekitar pukul 16.00 WIB. 
 
Tapi pihak RSU Ryacudu akhirnya memutuskan untuk merujuk korban ke RSU Abdul Moloek di Bandar Lampung, pada pukul 22.00‎.
 
Hingga akhirnya didapati kabar bahwa yang bersangkutan meninggal dunia.
 
"Hasil diagnosa dokter, cucu saya itu terkena penyakit DBD‎ dan terpaksa dirujuk ke Bandar Lampung," jelasnya.
 

DBD Renggut Nyawa Dua Warga Pringsewu

 

Di tempat sama, Izal, paman almarhum mengatakan bahwa keponakannya itu sakit sejak Jumat pekan lalu.

 

Hasil pemeriksaan dokter, keponakannya itu terkena penyakit DBD.

 

"Kabar tentang meninggalnya Gilang kami dengar pagi ini," terangnya.

 

‎Keduanya berharap akan ada langkah konkret dari instansi terkait supaya peristiwa serupa tidak lagi terulang kepada warga lainnya di kemudian hari.

 

Langkah konkret itu berupa sosialisasi bagaimana ciri penyakit DBD, dan tindakan pencegahan, serta apa yang harus dilakukan saat ada kerabat yang terkena DBD.

 

"Pemerintah harus lakukan tindakan pencegahan dan sosialisasi seputar ciri khas penyakit DBD berikut pencegahannya. Cukup keluarga kami saja yang menjadi korban," tegas dia.

 

Keterangan berbeda diberikan Jefrida, ibu korban yang mengaku anaknya mengalami sakit amandel, pada Jumat 18 Januari 2019.
 
Kemudian dibawa ke pukesmas untuk berobat.
 
Berselang dua hari kemudian, ia mengeluhkan tidak bisa menelan. Hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit Ryacudu Kotabumi.
 
Hasil diagnosa, anaknya mengalami dehidrasi akut hingga Senin dirujuk ke Bandar Lampung.
 
"Di sana juga anak saya didiagnosa dokter alami dehidrasi, hingga makanan tidak bisa masuk ke tubuh," ujarnya di temui dirumah duka, Rabu 23 Januari 2019.
 
(*)
 
Penulis: anung bayuardi
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved