Tribun Lampung Selatan

12 Unit Huntara NU Peduli Tsunami Siap Huni

Hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh NU peduli tsunami di Desa Banding kecamatan Rajabasa dalam waktu dekat sudah akan siap ditempati warga

12 Unit Huntara NU Peduli Tsunami Siap Huni
Tribunlampung/Dedi
Huntara NU perduli tsunami di desa Banding 

Laporan Wartawan Tribunlampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMSEL – Hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh NU peduli tsunami di Desa Banding kecamatan Rajabasa dalam waktu dekat sudah akan siap ditempati warga yang kehilangan rumahnya dampak dari tsunami selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu.

Saat ini sudah ada 12 unit huntara yang telah berdiri dan sudah siap untuk ditempat.

Hanya tinggal menyelesaikan beberapa bagian, seperti pemasangan jendela dan pintu.

“Kita targetkan dalam sepekan kedepan  sudah siap, dan sudah bisa ditempati oleh warga,” ujar Zainal dari NU perduli tsunami kepada tribun, (kamis (24/1).

Namun meski sudah siap untuk ditempati. Sejauh ini belum ada tersambung jaringan listrik ke lokasi huntara. Pihak PLN sendiri telah memasang tiang untuk jaringan listrik. Tetapi jaringan kabelnya belum terpasang.

“Kita berharap untuk jaringan kabelnya bisa segera dipasang oleh pihak PLN. Karena semakin cepat, tentu bisa segera ditempati oleh warga yang kehilangan rumahnya akibat tsunami,” kata Zainal.

Bupati Mesuji Khamami Ditangkap KPK

Bripda Puput Minta Doa saat Ditanya Rencana Pernikahannya dengan Ahok, Ini Profil Bripda Puput

Suasana Polda Lampung Pasca OTT Bupati Mesuji Khamami

7 Bupati di Lampung yang Pernah Terjerat Kasus Korupsi dan Suap, Ada yang Masih Buron

Pasca Terjaring OTT KPK, Bupati Mesuji Khamami Terlihat di Bandara Bersama Istri

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Perumahan dan Pemukiman kabupaten Lampung Selatan Aflah Efendi mengatakan untuk pemasangan jaringan listrik sedang dalam proses oleh pihak PLN.

“Pihak PLN sudah ketemu dengan kita. Untuk pemasangan jaringan listrinya sedang dalam proses,” kata dia.

Huntara sendiri menjadi hal yang sangat ditunggu oleh warga pesisir kecamatan Rajabasa yang rumahnya hancur diterjang gelombang tsunami selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu.

Warga terkena dampak tsunami berharap huntara dapat segera terwujud. Sehingga mereka bisa kembali memulai menata kembali kehidupan mereka pasca tragedi tsunami selat Sunda.

“Kita berharap huntara bisa segera terealisasikan. Karena kalau sudah ada huntara kita mulai bisa berpikir untuk menata kembali kehidupan"

"Kalau memang kita belum bisa melaut, karena alat-alat kita rusak. Paling tidak kita bisa mencari pekerjaan lainnya,” terang Kosim, salah warga yang berada di tenda pengungsian di Way Muli Timur.(dedi/tribunlampung)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved