Tribun Pringsewu

Untuk Kelabui Petugas, Pemuda Asal Pringsewu Ini Simpan Sabu-sabu di Dalam 'Kondom' Ponsel

Softcase atau sering disebut kondom handphone (HP), seyoganya digunakan untuk melindungi HP atau smartphone.

Untuk Kelabui Petugas, Pemuda Asal Pringsewu Ini Simpan Sabu-sabu di Dalam 'Kondom' Ponsel
Tribun Lampung/Robertus Didik
Ismu Hariyanto (24) simpan sabu-sabu di softcase ponsel 
Laporan Reporter Tribun Lampung Robertus Didik
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Softcase atau sering disebut kondom handphone (HP), seyoganya digunakan untuk melindungi HP atau smartphone.
Namun bagi salah seorang mekanik di Pringsewu bernama Ismu Hariyanto (24), softcase tersebut dimanfaatkannya untuk menyimpan sabu-sabu.
Upaya Ismu menyimpan barang terlarang di tempat yang tersembunyi dalam smartphonenya itu terbongkar oleh petugas Satres Narkoba Polres Tanggamus.
Kepala Satres Narkoba Polres Tanggamus Iptu Anton Saputra mengatakan, pihaknya mendapati sabu-sabu yang disimpan Ismu dalam kondom HP, setelah melakukan penggeledahan. 
"Tersangka sempat mengelak tidak pernah menggunakan sabu-sabu, tapi begitu kami dapati barang buktinya, ia tidak dapat beralasan lagi," ujar  Iptu Anton Saputra mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Jumat (25/1/2019).
Tersangka Ismu tertangkap saat sedang duduk-duduk di rumahnya, Rabu (23/1/2019), sekitar pukul 17.30 WIB.
Penangkapan Ismu, berdasar dari informasi masyarakat yang menerangkan bahwa tersangka sering mempergunakan barang terlarang tersebut bersama rekan-rekannya.
Atas temuan plastik klip berisi sabu, lanjut Anton, lantas pihaknya melanjutkan penggeledahan dan mendapati barang bukti lainnya.
Seperti botol berlubang yang diduga sebagai alat hisap sabu, satu buah plastik klip bekas pakai, satu sumbu alumunium foil, satu minyak bali, satu korek api, dan satu sedotan.
Barang bukti lainnya itu tersimpan di dalam rumah tersangka. Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di sel tahanan Mapolres Tanggamus.
Polisi menjerat tersangka dengan pasal 127 junto 113 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Adapun ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Tersangka Ismu kepada polis mengakui perbuatannya menyalahgunakan sabu.
Bahkan kurun waktu satu tahun belakangan ini sering memakai barang haram tersebut.
Dia beralasan, menggunakan sabu sebagai doping untuk begadang.
Ismu mengaku telah membeli sabu dengan harga Rp 200 ribu dari orang yang tidak dia kenal.
Menurutnya, ia hanya mengetahui orang tersebut adalah warga Pringsewu.
Sebab, selama ini Ismu mengaku pesan barang haram itu lewat ponsel dan bertemu di Pasar Pringsewu.
(*)
 
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Teguh Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved