Tribun Lampung Selatan

Data Beda, Sejumlah Warga Korban Tsunami di Lampung Selatan Terancam Tak Dapat Rumah

Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan Fredy SM mengatakan, dari data tim di lapangan, jumlah rumah yang rusak parah akibat tsunami mencapai 537 unit.

Data Beda, Sejumlah Warga Korban Tsunami di Lampung Selatan Terancam Tak Dapat Rumah
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Rapat koordinasi pembahasan rekonstruksi dan rehabilitasi pascatsunami di kantor Pemkab Lampung Selatan, Senin, 28 Januari 2019. 

Data Beda, Sejumlah Warga Korban Tsunami di Lampung Selatan Terancam Tak Dapat Rumah

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Pendataan rumah rusak akibat tsunami 22 Desember 2018 lalu berbuntut panjang.

Perbedaan data membuat sejumlah warga berpotensi tidak mendapatkan hak dalam program hunian tetap (huntap).

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan Kementerian PUPR, Senin, 28 Januari 2019.

Sudah 2 Pekan di Tenda Pengungsian, Warga Ingin Hunian Sementara Segera Direalisasikan

Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan Fredy SM mengatakan, dari data tim di lapangan, jumlah rumah yang rusak parah akibat tsunami mencapai 537 unit.

Jumlah ini sudah di-SK-kan oleh Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto dan menjadi acuan untuk membangun huntap.

“Jumlah 537 ini yang sudah kita kunci. Tapi, ada juga 195 warga yang punya lahan sendiri sudah mengajukan kepada pemda. Nanti tetap kita bangunkan (huntap),” kata dia.

Menurut Fredy, huntap dibangun berukuran 7x14 meter persegi dengan luas lahan 98 meter persegi.

Saat ini pemerintah sedang menjajaki pembebasan lahan seluas 1,5 hektare di Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved