Tribun Bandar Lampung

Diler Honda dan Kontraktor Grand Mercure Damai, Laporan ke Polda Lampung Dicabut

Perseteruan antara PT Istana Honda Lampung Raya dan PT Wijaya Kusuma Contractors (WKC) selaku pelaksana pembangunan Hotel Grand Mercure berakhir damai

Diler Honda dan Kontraktor Grand Mercure Damai, Laporan ke Polda Lampung Dicabut
Tribun Lampung/Romi Rinando
Rapat Kerja PT Istana Honda Lampung Raya dan PT Wijaya Kusuma Contractors bersama Komisi III DPRD Bandar Lampung di ruang lobi gedung DPRD setempat, Selasa, 29 Januari 2019. 

Diler Honda dan Kontraktor Grand Mercure Damai, Laporan ke Polda Lampung Dicabut

Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perseteruan antara PT Istana Honda Lampung Raya dan PT Wijaya Kusuma Contractors (WKC) selaku pelaksana pembangunan Hotel Grand Mercure berakhir damai.

Kesepakatan itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPRD Bandar Lampung di ruang lobi gedung DPRD setempat, Selasa, 29 Januari 2019.

Kuasa hukum PT ILR Rahmand Kholid mengatakan, pihaknya sudah sepakat berdamai dengan PT WKC.

Hal itu dituangkan dalam akta perdamaian.

Pasca Insiden Besi 4 Meter Timpa Diler Honda, Pembangunan Hotel Grand Mercure Kembali Dilanjutkan

Perdamaian dilakukan setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan.

Salah satu poinnya, PT WKC siap bertanggung jawab atas kerusakan pada bangunan PT ILR, termasuk menjamin keselamatan dan kenyamanan diler mobil Honda itu selama proses pembangunan Hotel Grand Mercure.

“Kami sepakat damai, dan sudah dituangkan dalam akta perdamaian. Apa yang menjadi tuntutan dan permintaan kami sudah direspons baik oleh pihak WKC, termasuk jaminan masalah keamanan, kenyamanan, baik selama proses pembangunan maupun ke depannya,” kata Rahmand.

Rapat Kerja PT Istana Honda Lampung Raya dan PT Wijaya Kusuma Contractors bersama Komisi III DPRD Bandar Lampung di ruang lobi gedung DPRD setempat, Selasa, 29 Januari 2019.
Rapat Kerja PT Istana Honda Lampung Raya dan PT Wijaya Kusuma Contractors bersama Komisi III DPRD Bandar Lampung di ruang lobi gedung DPRD setempat, Selasa, 29 Januari 2019. (Tribun Lampung/Romi Rinando)

Konsekuensinya, terus dia, PT ILR akan mencabut laporan ke Polda Lampung.

Halaman
1234
Penulis: Romi Rinando
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved