Tribun Bandar Lampung

Dua Armada Akan Layani Sedot WC Gratis di Bandar Lampung

Pemkot Bandar Lampung meluncurkan dua unit motor roda tiga penyedot WC, Selasa (29/1/2019).

Dua Armada Akan Layani Sedot WC Gratis di Bandar Lampung
Tribun Lampung/Eka Ahmad Sholichin
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN memeriksa armada baru motor roda tiga penyedot WC di sela-sela peluncuran di halaman kantor pemkot, Selasa 29 Januari 2019. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG EKA AHMAD SHOLICHIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pemkot Bandar Lampung meluncurkan dua unit motor roda tiga penyedot WC. Armada baru ini akan melayani secara gratis kebutuhan warga untuk menyedot WC.

Acara peluncuran motor penyedot WC berlangsung di halaman kantor Pemkot Bandar Lampung, Selasa (29/1/2019). Wali Kota Herman HN meluncurkan langsung dua unit armada baru itu. Ia bersama Sekretaris Kota Badri Tamam dan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Kota Suhardi Syamsi sempat mengecek kondisi armada.

Pengamatan awak Tribun Lampung, terdapat modifikasi pada dua unit motor roda tiga tersebut. Pada bagian belakang, ada tangki dan alat penyedot WC.

"Dua motor ini khusus melayani masuk-masuk gang. Gang yang (lebarnya) cuma 2 meter, motor ini bisa masuk. Nanti nyedot WC gratis," kata Herman.

Pemkot akan menyediakan layanan telepon khusus bagi warga yang membutuhkan layanan ini.

"Nanti warga menghubungi. Akan ada nomor telepon khusus. Nanti kami umumkan, mungkin dua hari lagi," ujar Herman.

Pada tahap pertama, Herman menjelaskan, dua unit motor penyedot WC itu hanya akan melayani warga yang rumahnya berada di dalam gang.

"Di daerah mana saja, tapi khusus di dalam gang. Kapasitas tangkinya 600 liter per motor," kata wali kota.

Menurut Herman, penyediaan dua unit motor penyedot WC tersebut untuk sementara menggunakan dana pribadi. Ke depan, pihaknya berencana melakukan pengadaan lebih banyak lagi armada penyedot WC untuk melayani masyarakat.

"Ini kan pemikiran saya, bagaimana punya motor (penyedot WC). Alhamdulillah terwujud. Ini masih pakai uang pribadi untuk membantu. Uji coba dulu. Semoga nanti bisa pakai APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2020," terangnya.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved