Pemilu 2019

Gelar Seleksi Sekretaris Jelang Pemilu, KPU Lampung Menuai Kritik

Menurut anggota Komisi II DPR RI Henry Yosodiningrat, keputusan KPU Lampung menggelar seleksi calon sekretaris KPU kurang tepat.

Gelar Seleksi Sekretaris Jelang Pemilu, KPU Lampung Menuai Kritik
Anggota Komisi II DPR RI Henry Yosodiningrat 

Gelar Seleksi Sekretaris Jelang Pemilu, KPU Lampung Menuai Kritik

Laporan Reporter Tribun Lampung Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rencana Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung mengganti beberapa sekretaris di kabupaten/kota menuai kritik dari beberapa kalangan.

KPU Lampung membuka pendaftaran calon sekretaris untuk empat kabupaten/kota, yakni Bandar Lampung, Pesawaran, Pesisir Barat, dan Tulangbawang.

Menurut anggota Komisi II DPR RI Henry Yosodiningrat, keputusan KPU Lampung menggelar seleksi calon sekretaris KPU kurang tepat.

DKPP Pecat Anggota KPU Pringsewu karena Jarang Ngantor

Meme Pemilu ala KPU: Standar Sekali Coblos Sekarang Rp 80 Juta

Pasalnya, seleksi dilakukan hanya beberapa bulan menjelang digelarnya Pemilu pada 17 April 2019 mendatang.

"Saya akan pertanyakan kepada KPU RI terkait hal ini. Semestinya KPU menunggu usainya tahapan pileg dan pilpres. Kan dari proses DCS sampai DCT bahkan tahapan pelaporan dana kampanye dan lain sebagainya, semua berjalan tanpa kendala," kata Henry melalui rilisnya, Selasa, 29 Januari 2019.

Hal sama dikatakan mantan Ketua KPU Lampung Edwin Hanibal.

Ia merasa heran dengan tergesa-gesanya KPU Lampung mengadakan seleksi calon sekretaris KPU di daerah.

"Info awalnya, kita dengar dari pimpinan KPU Lampung bahwa ada surat edaran dari KPU RI terkait pergantian sekretaris KPU kabupaten/kota diminta untuk ditunda sesudah pileg dan pilpres. Tapi mengapa KPU Lampung ngotot?" kata Edwin.

"Bahkan, hari ini kami dengar adalah batas akhir pengumuman lelang jabatan sekretaris KPU tersebut. Kita minta agar KPU provinsi dan kabupaten/kota menunda sampai selesai digelarnya pileg dan pilpres. Karena akan mengganggu kinerja penyelenggara, khususnya di jajaran ASN. Karena sepertinya ada kepentingan pihak-pihak tertentu yang dipaksakan oleh komisioner KPU Lampung dalam perekrutan sekretaris KPU tersebut," jelasnya. (*)

Penulis: Beni Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved