Tarif Jasa Pengiriman Naik Hingga 40 Persen, Ini Daftar Kenaikan JNE, TIKI dan J&T

Perusahaan jasa pengiriman PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) terpaksa menaikkan tarif per Januari

Tarif Jasa Pengiriman Naik Hingga 40 Persen, Ini Daftar Kenaikan JNE, TIKI dan J&T
foto ilustrasi JNE 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Perusahaan jasa pengiriman PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) terpaksa menaikkan tarif per Januari.

Ini dikarenakan tingginya tarif surat muatan udara (SMU) yang ditentukan maskapai penerbangan.

"JNE terpaksa harus menaikkan tarif ke seluruh destinasi kecuali Jabodetabek. Range kenaikan 10 persen-40 persen dari sebelumnya," ujar CEO JNE, Muhammad Feriadi.

Menurut dia, maskapai menaikkan tarif biasanya satu kali per semester sehingga perusahaan jasa pengiriman memiliki waktu untuk menyesuaikan tarif.

Namun sejak Juni 2018 hingga Januari, kata Feriadi, tarif SMU sudah beberapa kali naik dan jika dijumlahkan total kenaikan bisa mencapai 300 persen dari tahun lalu.

Selain itu, kata Feriadi yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) mengatakan telah menyampaikan keluhan tersebut kepada beberapa pihak yang berwenang hanya saja hingga saat ini belum mendapat respon positif.

Terkait aksi Asperindo yang berencana menghentikan pengiriman kargo, ujar Feriadi, pasti akan dilakukan jika hingga beberapa waktu belum ada solusi namun untuk waktu tepatnya belum dapat dipastikan.

Perusahaan jasa pengiriman TIKI juga menyayangkan adanya kenaikan tarif SMU. Meski demikian, TIKI belumlah melakukan kenaikan tarif secara nasional.

Sales & Marketing Director TIKI, Rocky Nagoya, menuturkan hanya tarif kiriman di kota-kota tertentu saja yang mengalami kenaikan.

"Besaran kenaikannya sekitar 5 persen-10 persen dan berlaku mulai 1 Januari," jelas Rocky saat dihubungi Kontan.co.id pada Selasa (5/2).

Berbagai upaya dilakukan TIKI untuk semaksimal mungkin menekan besaran kenailan tarif kiriman yang dibebankan kepada pelanggan akibat kenaikan tarif kargo udara.

Satu diantaranya adalah mencari opsi moda transportasi selain udara namun tanpa mengurangi komitmen TIKI untuk menyampaikan pengiriman pelanggan dengan tepat waktu.

Sementara itu J&T Express melalui Public Relationnya Elena menuturkan bahwa pihaknya tidak menyediakan kompensasi lantaran penyesuaian harga sudah dilakukan dengan berbagai pertimbangan penyesuaian.

Namun meski demikian dijelaskan J&T tetap memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan.

"Terkait hal ini tidak ada kompensasi apapun karena penyesuaian harga tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan penyesuaian dan tentunya kami tetap akan memberikan pelayanan prima kepada para pelanggan," terang Elena. (kontan.co.id)

Editor: wakos reza gautama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved