Tribun Tulangbawang

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Kampung Bumi Dipasena Utama

Badai angin disertai hujan deras menerjang kampung Bumi Dipasena Utama Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang, Selasa (05/02) sore.

Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Kampung Bumi Dipasena Utama
Tribunlampung/Endra
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Kampung Bumi Dipasena Utama

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAWAJITU - Badai angin disertai hujan deras menerjang kampung Bumi Dipasena Utama Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang, Selasa (05/02) sore.

Informasi yang diperoleh Tribunlampung.co.id, hujan angin terjadi sekitar pukul 15.20 WIB saat acara turnamen bola volly se-Rawajitu Timur masih berlangsung.

"Dampak terberat dari angin kencang ini berpusat di 2 Charlie, 3 Charlie dan Jalan Infra 2/3," kata Nafian Faiz, Ketua Perhimpunan Petambak Plasma Udang Wilayah (P3UW) Lampung, Rabu (06/02) pagi

Peristiwa ini mengakibatkan 2 rumah warga rusak berat dan puluhan rumah rusak ringan.

Bahkan pohon di Jalan Infra 2/3 pun terkena angin besar ini.

Pimpro Tol Lampung PT Hutama Karya Slamet Sudrajat: Bakauheni-Terbanggi Cuma 1,5 Jam

"Ada sekitar 4 pohon besar roboh menutupi akses jalan utama kampung. Membuat warga kesulitan untuk beraktivitas," paparnya.

Tak hanya itu, Nafian mengatakan, masjid Nurul 'Ulum dan sebagian Pasar Infra 2/3 juga mengalami kerusakan akibat angin yang disertai hujan deras tersebut.

Siswi SMA Jadi Model Hubungan Intim Video Live Show Mesum di Aplikasi Line, Member Bayar Rp 1 Juta

Sebagian besar rumah warga di Kampung Bumi Dipasena Utama berupa rumah non permanen dengan bahan utama asbes dan besi sebagai penyangga.

Rumah rumah tersebut dibuat pada masa perusahaan tahun 1993, hingga saat ini.

Sehingga saat ada hujan dan angin kencang seperti yang terjadi saat ini membuat warga tidak bisa menghindar dari kerusakan yang cukup parah.

"Banyak atap rumah dan rumah mesin manual para warga yang lepas terbang terkena angin," kata Nafian.

Hingga berita ini disusun, warga masih berupaya bergotong-royong memperbaiki rumah dan jalan yang rusak. (endra)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved