Tribun Lampung Selatan

Kemasan Produk UKM Lamsel Dinilai Kurang Bagus

Sebanyak 155 pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM) Lampung Selatan mengikuti kegiatan pelatihan dan temu usaha

Kemasan Produk UKM Lamsel Dinilai Kurang Bagus
TRIBUN LAMPUNG/DEDI SUTOMO
Sebanyak 155 pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM) Lampung Selatan mengikuti kegiatan pelatihan dan temu usaha digelar Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan bersama Kementerian Koperasi dan UKM di Negeri Baru Resort, Kalianda, Rabu (6/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Sebanyak 155 pelaku Usaha Mikro Kecil (UKM) Lampung Selatan mengikuti kegiatan pelatihan dan temu usaha digelar Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan bersama Kementerian Koperasi dan UKM di Negeri Baru Resort, Kalianda, Rabu (6/2/2019).

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lampung Selatan Noviar Akmal menerangkan, dari total peserta yang hadir, 70 pelaku usaha mengikuti kegiatan temu usaha antara pelaku UKM dan usaha besar.

30 peserta UKM terdampak tsunami mendapat pelatihan vocational dan 55 peserta mengikuti pelatihan early warning system.

"Kita harapkan kegiatan ini bisa membangkitkan pelaku UKM yang terkena dampak tsunami secara khusus".

Warga Miskin Tanggamus Bakal Dapat 50 Ekor Ayam Plus Modal Rp 500 Ribu

"Dan secara umum bisa membuat kegiatan usaha UKM daerah lebih menggeliat lagi ke depannya," ujarnya.

Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik menyatakan,
pelatihan dan temu usaha para pelaku UKM dikenalkan program aplikasi early warning system dan SOP.

Program tersebut bisa mendeteksi kondisi usaha sehat, kurang sehat atau tidak sehat.

Warga Kecamatan Pagelaran Pringsewu Paling Banyak Belum Rekam e-KTP

Ia menambahkan, aplikasi tersebut ada skema-skema yang bisa dipakai oleh pelaku UKM untuk memperbaiki kondisi usahanya yang terindikasi mengalami masalah.

Menurutnya, pelaku UKM di Lampung Selatan secara umum masih banyak secara kemasan belum terlalu baik.

"Kemudian belum memiliki kelengkapan perizinan dan informasi produk lainnya, seperti info kedaluwarsa, PIRT, komposisi bahan produk dan info-info lainnya.

Alzier Thabranie Penuhi Panggilan Polres Pesawaran

"Ke depan tentu perlu ada pembinaan yang kontinyu pada pelaku UKM ini. Sehingga produk yang dihasilkan bisa lebih baik lagi dan dapat masuk ke pasar besar," terang Abdul.

Terkait hal tersebut, Noviar menyatakan Dinas Koperasi dan UKM saat ini mulai merubah orientasi pembinaan pelaku UKM.

Pembinaan ke depan, fokus pemasaran dan kemasan produk, dan para pelaku UKM didorong mengembangkan usaha melalui pola kerjasama business to business (B2B) dengan pelaku usaha besar. (*)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved