Imbauan BMKG: Ada Gelombang Tinggi Selama 3 Hari, Termasuk Perairan Barat Lampung

Imbauan BMKG: Ada Gelombang Tinggi Selama 3 Hari, Termasuk Perairan Barat Lampung

Imbauan BMKG: Ada Gelombang Tinggi Selama 3 Hari, Termasuk Perairan Barat Lampung
Tribun Lampung/Dedi Sutomo
Akibat gelombang tinggi yang melanda pesisir Lampung Selatan, Sabtu, 22 Desember 2018 malam, Dermaga Canti di pesisir Kecamatan Rajabasa rusak parah. Imbauan BMKG: Ada Gelombang Tinggi Selama 3 Hari, Termasuk Perairan Barat Lampung 

Imbauan BMKG: Ada Gelombang Tinggi Selama 3 Hari, Termasuk Perairan Barat Lampung

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Imbauan BMKG: Ada Gelombang Tinggi Selama 3 Hari, Termasuk Perairan Barat Lampung.

Adanya pola sirkulasi massa udara di Samudera Hindia barat Aceh menyebabkan potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah Indonesia selama tiga hari ke depan, dari Kamis, 7 Februari 2019 sampai Sabtu, 9 Februari 2019.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah utara ke timur laut dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot.

BMKG Pasang Alat Sensor Water Level di Pulau Sebesi

Sedangkan di selatan wilayah Indonesia dari arah barat ke utara, kecepatan angin berkisar 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda, perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Aru, perairan Yos Sudarso, perairan Merauke, dan Laut Arafuru.

"Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut," tulis BMKG dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (6/2/2019).

Gelombang 1,25-2,5 Meter

Untuk tinggi gelombang sedang, yakni 1,25 sampai 2,5 meter, berpeluang terjadi di beberapa daerah Sumatera sampai Papua, hampir seluruh wilayah Indonesia berpotensi mengalami fenomena ini.

Kawasan di Sumatera yang perlu waspada dalah perairan utara Sabang, perairan Sabang-Banda Aceh, perairan Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Laut Natuna Utara, perairan Utara Kepulauan Natuna, perairan Bengkulu hingga barat Lampung, dan Samudera Hindia Barat Sumatera.

Halaman
12
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved