Tribun Pringsewu

80 Rumah di Pringsewu Bakal Direhab, per Unit Dapat Rp 15 Juta

Alokasi RTLH di Kabupaten Pringsewu tahun ini sebanyak 80 unit dan tersebar di delapan pekon.

80 Rumah di Pringsewu Bakal Direhab, per Unit Dapat Rp 15 Juta
Kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan Cahyono

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Pemerintah Kabupaten Pringsewu telah menerima bantuan Rehabilitasi Sosial Sarana Lingkungan (RS Sarling sejak 2015-2018 sekitar Rp 350 juta hingga 2018.

Bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu Bambang Suhermanu mengatakan, bantuan RS Sarling diterima Kabupaten Pringsewu sebanyak dua titik pada 2015 silam; satu titik (2016), dua titik (2017) dan dua titik (2018).

Masing-masing titik menerima bantuan sebesar Rp 50 juta.

Diskes Pesawaran Selidiki Kasus 30 Siswa SMK Keracunan Makanan

"Bantuan tersebut digunakan untuk membangun sarana lingkungan yang dapat digunakan masyarakat umum".

"Contohnya, sarana air bersih, drainase, pembuatan balai kambang beserta keranda, dan pemapingan lorong jalan lingkungan," jelasnya, Jumat (8/2/2019).

Kasi Identifikasi dan Penguatan Kapasitas Sosial Dinas Sosial Pringsewu Agus Purnomo menyatakan, bantuan RS Sarling, biasanya sudah termasuk program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Alokasi RTLH di Kabupaten Pringsewu tahun ini sebanyak 80 unit dan tersebar di delapan pekon.

Warga Kecamatan Pagelaran Pringsewu Paling Banyak Belum Rekam e-KTP

Rinciannya, Pekon Way Ngison, Pekon Bandung Baru, Pekon Sukoharjo III Barat, Pekon Keputran.

Pekon lainnya yakni, Pekon Nusawungu, Pekon Fajar Agung Barat, Pekon Podomoro dan Pekon Fajar Mulya.

Setiap pekon mendapat 10 unit bantuan RTLH. "Nilai bantuannya 2015 itu Rp 10 juta per unit, kemudian 2016 sampai dengan sekarang Rp 15 juta per unit," katanya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Budiman PM menyatakan, masalahan kesejahteraan sosial masih cukup besar dan kompleks.

Alzier Thabranie Penuhi Panggilan Polres Pesawaran

Warga mengalami masalah sosial biasanya mengalami hambatan dalam melaksanakan fungsi sosial, serta tidak dapat menjalani kehidupan secara layak dan bermartabat.

"Penyebabnya belum terpenuhinya hak atas kebutuhan dasar secara layak," ujar Budiman mewakili Bupati Sujadi dalam Sosialisasi Hasil Penelitian Efektivitas Bantuan Sarling dalam pemberdayaan warga miskin pedesaan Kabupaten Pringsewu 2019 di Ballroom Hotel Urban Style Pringsewu Kamis lalu. (*)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved