Kepala Rutan Kotabumi Ultimatum Tahanan dan Napi Serahkan HP

Kepala Rutan Kelas II B Kotabumi Denial Arif mengultimatum untuk menyerahkan alat komunikasi

Kepala Rutan Kotabumi Ultimatum Tahanan dan Napi Serahkan HP
ISTIMEWA
Kepala Rutan Kotabumi Denial Arif menyosialisasikan surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai penghentian peredaran HP di LP/rutan di aula rutan, Jumat (8/2). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,KOTABUMI - Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kotabumi Denial Arif mengultimatum warga binaan pemasyarakatan untuk menyerahkan alat komunikasi yang tersimpan di dalam blok tahanan.

"Paling lambat besok (hari ini Sabtu) harus sudah diserahkan. Bisa lewat keluarga yang menjenguk atau langsung ke petugas," ujar Denial, Jumat (8/2).

Jika nanti masih ditemukan warga binaan yang menyimpan HP (handphone) akan dikenakan sanksi.

"Sanksinya tidak akan dibuka pintu sel dan tidak boleh dijenguk keluarga selama dua pekan," terang Denial.

Bagi pegawai rutan yang ketahuan mengedarkan HP ke warga binaan juga akan diberi hukuman.

Dua Mahasiswi Thailand Mengajar di SMAN 1 Abung Semuli Lampung Utara

Menurut Denial, hukuman tergantung dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Agar tidak lagi ada kasus warga binaan memiliki alat komunikasi, Denial mengatakan, akan rutin menggelar razia.

Langkah ini diambil menyusul adanya Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan mengenai penghentian peredaran HP di LP/rutan.

Pihak Rutan Kotabumi langsung mengumpulkan para pegawai dan warga binaan di aula rutan, Jumat (8/2).

"Ini merupakan tindak lanjut hasil koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengenai peredaran narkoba yang dikendalikan dalam rutan dan lapas sebelumnya. Ini juga lanjutan rapat konsolidasi dengan seluruh Kadiv PAS mengenai langkah ini," kata Denial.

Menurutnya, keberadaan telepon seluluer (ponsel) yang dikuasai dan digunakan oleh narapidana/tahanan menjadi pemicu utama terjadinya komunikasi jaringan gelap peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan.

"Jangan sampai ada penyalahgunaan wewenang oleh oknum petugas bahkan narapidana, perlu menjadi atensi dan harus dilakukan asesmen dengan benar," tandasnya.

Penulis: anung bayuardi
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved