Viral Pemuda asal Lampung Banting Motor Depan Polisi, Pemkab Lampung Utara Beri Penjelasan

Viral pemuda asal Lampung Banting Motor Depan Polisi, Pemkab Lampung Utara Beri Penjelasan

Viral Pemuda asal Lampung Banting Motor Depan Polisi, Pemkab Lampung Utara Beri Penjelasan
(KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARI)
Pemuda Asal Lampung Ngamuk Ditilang Polisi - Adi Saputra ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian dengan tuduhan melakukan penadahan pada Jumat (8/2/2019) di Mapolres Metro Tangerang Selatan 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,KOTABUMI - Pemerintah Kabupaten Lampung Utara angkat bicara mengenai pemuda asal Kotabumi, Lampung Utara, Adi Saputra (21), yang menjadi perbincangan warganet atas aksinya merusak sepeda motor di hadapan polisi saat mendapat surat tilang.

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lampung Utara, Tien Rostina, mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan kebenaran Adi merupakan warga Lampung Utara.

Ini dikarenakan, setelah dicek di data kependudukan, kata Tien, tidak ditemukan identitas atas nama Adi Saputra yang lahir 8 Agustus 1998.

"Hasil penelusuran, kami menemukan ada satu data yang mirip yaitu atas nama Adi Samputra tempat tanggal lahir di Sukajaya, 8 Agustus 1998. Domisilinya di Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan," jelas Tien.

Safari Jumat, dalam Rangka Menjaga Kondisi Harmonis Antara Masyarakat dan Pemerintah

Menurut dia, data atas nama Adi Samputra itu dalam status nonaktif karena belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.

"Intinya kami tidak bisa memastikan kebenarannya karena ada ketidakcocokan antara data/informasi yang beredar dengan database kependudukan kami," terang Tien.

Adi Saputra ditilang polisi di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (7/2), lantaran mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm dan melawan arus.

Adi Saputra yang merupakan pria asal Kotabumi, Lampung Utara itu juga tak bisa menunjukkan surat-surat kendaraannya. Usai mengamuk Adi Saputra juga membakar surat kendaraan tersebut.

Polisi menduga sepeda motor yang dirusak Adi adalah motor hasil penggelapan.
Pria asal Lampung itu kini mendekam di balik jeruji setelah disangkakan pasal berlapis hingga penadahan.

Adi akhirnya minta maaf atas aksinya tersebut.Mengenakan seragam tahanan warna oranye, Adi meminta maaf di hadapan pihak kepolisian dan awak media di Mapolres Tangsel, Serpong, Jumat (8/2).

"Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu, saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada kepolisian atas perbuatan saya yang tidak terpuji, saya khilaf, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," kata Adi sesungukan. 

Penulis: anung bayuardi
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved