Tribun Lampung Utara

Pria Dua Anak Menyesal Aksi Nekatnya Cabuli Anak di Bawah Umur Berujung di Sel Tahanan

Anggota reskrim Polsek Abung Selatan mengamankan Susanto alias Panjul 36 tahun, warga Abung Selatan, Lampung Utara, Senin 11 Februari 2019.

Pria Dua Anak Menyesal Aksi Nekatnya Cabuli Anak di Bawah Umur Berujung di Sel Tahanan
Tribunlampung/Anung
Susanto alias Panjul 36 tahun. Pria Dua Anak Menyesal Aksi Nekatnya Cabuli Anak di Bawah Umur Berujung di Sel Tahanan 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, ABUNG SELATAN - ‎Anggota reskrim Polsek Abung Selatan mengamankan Susanto alias Panjul 36 tahun, warga Abung Selatan, Lampung Utara, Senin 11 Februari 2019 sekitar pukul 14.00 WIB.

Ia diduga melakukan tindak pencabulan terhadap Bunga bukan nama sebenarnya (14) warga Abung Selatan, Lampung Utara.

Kapolsek ‎Abung Selatan Ajun Komisaris Sukimanto mengatakan setelah menerima laporan dari korban, jajaran Reskrim Polsek Abung Selatan langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku yang di maksud yaitu Suwanto alias Panjul.

Pelaku, diamankan ketika sedang bekerja di wilayah desar Pagar Gading, kecamatan Blambangan Pagar, Lampung Utara.

"Suwanto diamankan saat sedang bekerja," ujarnya, Selasa 12 Februari 2019.

Dikatakannya, selain pelaku pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah Barang Bukti (BB) berupa, 1 unit sepeda motor merk Honda, 1 unit handpone, dan 1 helai baju dan celana dalam milik korban.

"Kini pelaku beserta sejumlah alat buktinya telah diamankan ke Mapolsek Abung Selatan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," singkatnya.

Truk Batubara Dilarang Melintas di Jalan Gunung Sugih-Bandarjaya

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di 5 Wilayah Lampung

Viral, Pelajar SMP dan Orang Tuanya Aniaya Petugas Kebersihan Sekolah hingga Kepalanya Robek

Berdasarkan hasil laporan, korban mengaku bahwa pelaku telah mencabuli korban sebanyak satu kali, ‎dengan cara mencium pipi korban.

Kejadian itu dilakukan pada bulan November 2018 di rumah korban.

Aksi itu dilakukan berdasarkan ajakan kawannya Mujiharto alias gondrong, yang lebih dahulu tertangkap pada 4 Februari 2019.

"Kejadiannya di rumah korban. Aksi pelaku diketahui orangtuanya," jelasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat undang-undang perlindungan anak nomor 35 tahun 2014 yang ancamannya 12 tahun penjara.

Dihadapan penyidik, pelaku mengaku menyesali atas perbuatannya. Ia tidak mengetahui, dampaknya akan berurusan dengan kepolisian.

"Saya nyesel pak. Gimana kehidupan keluarga Saya," kata pria dengan dua orang anak ini.

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved