Tribun Bandar Lampung

Ganti Rugi Lahan 2 Flyover Hampir Tuntas, Warga Teken dan Beri Nomor Rekening

Pembangunan dua flyover rencananya dimulai pada Maret 2019. Tahapan yang sedang dilalui adalah pembebasan lahan.

Ganti Rugi Lahan 2 Flyover Hampir Tuntas, Warga Teken dan Beri Nomor Rekening
Tribun Lampung/Eka Achmad Sholichin
Sejumlah pengendara melintasi Jalan Untung Surapati, Bandar Lampung, Selasa, 12 Februari 2019. Pemkot Bandar Lampung akan membangun flyover di ruas Jalan Untung Surapati menuju Jalan RA Basyid dengan menyeberangi Jalan Soekarno-Hatta (Bypass). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG EKA AHMAD SHOLICHIN

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pembangunan dua flyover di Bandar Lampung rencananya dimulai pada Maret 2019. Sejauh ini, tahapan yang sedang dilalui adalah pembebasan lahan warga yang terdampak proyek dua flyover tersebut.

Dua flyover yang akan dibangun itu, pertama, di perempatan Jalan Kapten Abdul Haq, H Komarudin, dan Soekarno-Hatta (Bypass), Kecamatan Rajabasa. Kedua, di perempatan Jalan Untung Suropati, RA Basyid, Bypass, Kecamatan Tanjung Senang.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Bandar Lampung Dedy Sutiyoso menjelaskan, tahap pembebasan lahan warga yang terdampak proyek flyover hampir rampung.

"Pembangunannya mulai Maret. Saat ini, prosesnya sudah masuk pemberkasan untuk pencairan (ganti rugi) pembebasan lahan. Selesai dulu pembayarannya (ganti rugi lahan), baru dilaksanakan pengerjaannya," kata Dedy saat diwawancarai, Selasa (12/2/2019).

Nilai pembebasan lahan, ungkap Dedy, telah disepakati sebesar Rp 2,5 juta per meter. Pihaknya pun memastikan, nilai dari tanam tumbuh di atas lahan akan dihitung.

"Pembebasan lahan sudah disepakati. Dihargai Rp 2,5 juta per meter. Sisanya, tanam tumbuhnya, juga dihitung," ujarnya.

Menurut Dedy, warga yang lahannya terdampak proyek flyover di dua titik itu sudah sepakat dengan harga ganti rugi.

"Untuk berkas yang sudah masuk, langsung kami buat. Jadi, saat ini sedang proses pemberkasan untuk pembebasan lahan," katanya. "Alhamdulillah penolakan sudah tidak ada. Memang awalnya ada pro dan kontra. Tapi akhirnya sepakat, Rp 2,5 juta per meter."

Untuk membayar ganti rugi lahan, Pemkot Bandar Lampung telah menyiapkan dana sebesar Rp 15 miliar.

Halaman
123
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved