Tribun Bandar Lampung
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN Mengunjungi Lima Lokasi yang Terkena Banjir di Kota Tapis Berseri
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meninjau lima lokasi yang terendam banjir, Minggu (17/2/2019).
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Teguh Prasetyo

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meninjau lima lokasi yang terendam banjir, Minggu (17/2/2019).
Orang nomor satu di wilayah Kota Tapis Berseri tersebut langsung sigap turun ke lokasi untuk meninjau warga yang terkena banjir akibat guyuran hujan lebat, pada Sabtu (16/2/2019) malam.
"Ya hari ini pak wali mantau di lima titik lokasi banjir," ungkap Kabag Humas Pemkot Bandar Lampung Suhardi Syamsi, Minggu (17/2/2019).
• Akibat Terjadi Banjir di Beberapa Titik di Kota Bandar Lampung, BPBD Kota Siap Siaga 24 Jam!
Menurutnya, lokasi lima titik banjir yang dikunjungi yaitu jembatan beton Kota Karang, Telukbetung Selatan (TbS), Pesawahan, Telukbetung Timur (TbT), Way Belau, Perumahan wilayah Rajasa Raya, dan Perumahan H. Ilyas Jl. Nunyai, Rajabasa.
"Jadi ada sebanyak 6.000 nasi bungkus dan 2500 dus kotak air bersih mineral gelas yang dibagi-bagikan kepada masyarakat," paparnya.
Pak wali juga memerintahkan BPBD Kota Bandar Lampung untuk menyemprot semua rumah warga yang termasuk air banjir yang membawa lumpur.
"Jadi diminta bersihkan air yang bawa lumpur masuk ke rumah warga dan halaman rumah," terangnya.
Lanjut Suhardi mengatakan, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN melakukan peninjauan pada hari ini sejak pukul 8.00 hingga 12.30 WIB.
• Banjir di Bandar Lampung, Warga Pasar Ambon Bersihkan Lumpur di Gang Akibat Sungai Way Balau Meluap
Menurutnya, informasi yang didapat bawah peristiwa banjir di wilayah Bandar Lampung merata dan titik-titik yang sudah diketahui juga ada di wilayah Kedamaian sebanyak delapan titik.
"Makanya pak wali mengimbau agar memasuki musim penghujan ini masyarakat tetap waspada terutama kalau melintasi jalan saat suasana hujan dan angin kencang jangan berteduh di bawah pohon," katanya.
Warga juga diminta bersama-sama untuk dapat membersihkan saluran air yang berpotensi menimbulkan genangan air atau menyebabkan banjir.
"Bagi masyarakat yang sudah terkena banjir kalau misalnya ada keluhan terhadap kesehatan untuk dapat segera melapor ke puskesmas atau poskeskel terdekat agar segera mendapatkan penanganan," pungkasnya.
(*)