Tribun Tanggamus

Lapas Kota Agung Tanggamus Panen Sayuran Hasil Para Napi

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Agung, Tanggamus, memanen sayuran hasil penanaman warga binaan.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: wakos reza gautama
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Panen sayuran di Lapas Kota Agung 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Agung, Tanggamus, memanen sayuran hasil penanaman warga binaan.

Menurut Susilo, Kasubsi Pelaporan Tata Tertib Lapas Kota Agung, panen sayur yang ditanam warga binaan merupakan hasil bimbingan para petugas lapas.

"Sayur ini bisa dikonsumsi petugas dan warga binaan. Dilihat dari hasil panennya bisa untuk dua sampai tiga kali dikonsumsi," ujar Susilo di Lapas Kota Agung, Tanggamus, Kamis 21 Februari 2019.

Selain dikonsumsi sendiri, ia menambahkan, sayuran tersebut bisa juga dijual dan sisanya untuk pembibitan ulang.

Suami Bunuh Istrinya yang Baru Melahirkan, Baru Terungkap Saat Makam Akan Dibongkar

Sebab pembinaan bidang pertanian akan terus dilakukan bagi warga binaan.

Sayuran yang dipanen terdiri kangkung, terong, sawi, jagung, cabai, dan ketela pohon.

Menurut dia, selama ini warga binaan memang dilatih menanam sayuran untuk bekal ketrampilan mereka setelah selesai menjalani masa hukuman.

Menurut Kepala Lapas Kota Agung, Sohibur Rachman, areal untuk pelatihan dan menanam sayuran ada di blok branggang, lokasi setelah tembok kedua lapas.

"Upaya ini kami lakukan sebagai bentuk memaksimalkan lahan branggang yang cukup luas untuk dijadikan lahan pertanian. Alhamdulillah ini panen kedua," ujar Sohibur.

Ia menambahkan, areal branggang miliki luas satu hektar, dimanfaatkan untuk menanam sayuran.

Ke depan akan terus dimanfaatkan untuk menambah komoditas sayuran yang ditanam.

"Kami sudah memohon kepada Pemkab Tanggamus lewat dinas pertanian untuk melaksanakan pembibitan serai merah. Itu bisa dilakukan karena sudah terbukti dari hasil pertanian selama ini. Dan juga didukung kesuburan tanah," tambah Sohibur.

Ia mengaku, Lapas Kota Agung terus berupaya memberikan pelayanan yang mengutamakan hak asasi manusia.

"Harapan kami warga binaan dapat memberikan kontribusinya setelah bebas, mulai untuk diri sendiri, masyarakat dan juga daerah melalui bidang pertanian," terang Sohibur.

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved