Tribun Tulangbawang Barat

Warga Pagar Dewa Tertangkap Tangan Bawa Sajam di Jalanan

Terbiasa menyelipkan senjata tajam di pinggang saat berpergian keluar rumah membuat Ali Sopian (18) alias Albet harus berurusan dengan polisi.

Warga Pagar Dewa Tertangkap Tangan Bawa Sajam di Jalanan
Ilustrasi. 

Warga Pagar Dewa Tertangkap Tangan Bawa Sajam di Jalanan

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID.CO.ID, PANARAGAN - Kebiasaan menyelipkan senjata tajam di pinggang saat berpergian keluar rumah membuat Ali Sopian (18) alias Albet harus berurusan dengan polisi.

Pemuda pengangguran warga Tiyuh Pagar Dewa Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulangbawang Barat itu diamankan petugas Polsek Tulangbawang Tengah (TbT), Sabtu (2/3) pekan lalu.

"Tersangka diamankan anggota sekitar pukul 15.00 WIB saat melintasi Jalan Umum Tiyuh Pagar Dewa," terang Kapolsek TbT Kompol Zulfikar, mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi, Senin (04/03).

Tersangka tertangkap tangan membawa sajam jenis badik saat petugas dari Polsek sedang patroli rutin pencegahan C3 (curas, curat dan curanmor) di wilayah hukumnya.

Gaji Satpol PP Tulangbawang Barat Raib, Polisi Beberkan Rekaman CCTV Bank

Ketika patroli polisi melihat dua pengendara sepeda motor berboncengan sedang melintas dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

Lalu dilakukan penyetopan, kedua pengendara digeledah dan surat kendaraan diperiksa.

Saat penggeledahan, ditemukan sebilah sajam jenis badik yang diselipkan di pinggang sebelah kiri, dengan posisi di tutupi pakaian oleh salah satu pengendara.

"Tersangka dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Tulangbawang Tengah saat itu juga," papar Zulfikar.

Diawali Mimpi, Bocah di Tulangbawang Barat Dikhitan Gaib Saat Nonton TV

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa sajam jenis badik panjang 30 cm, bergagang kayu dan bersarung kayu warna coklat.

Pelaku yang mengaku iseng itu dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang Larangan Membawa Sajam tanpa Hak dan Bukan profesinya.

Tersangka terancam hukuman setinggi-tingginya 10 tahun penjara. (end)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved