Universitas Lampung

Pelopor dan Pelapor 2P Sebagai Peran Penting Terkait Urgensi Perlindungan Perempuan dan Anak

Pelopor dan Pelapor (2P) Sebagai Peran Penting Terkait Urgensi Perlindungan Perempuan dan Anak

Pelopor dan Pelapor 2P Sebagai Peran Penting Terkait Urgensi Perlindungan Perempuan dan  Anak
Rls/humas
kuliah umum yang diselenggarakan di Auditorium Prof. Abdulkadir Muhammad, SH Fakultas Hukum Universitas Lampung, Selasa (05/03/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUG - Universitas Lampung melalui Fakutas Hukum Unila menagadakan Kuliah umum dengan Tema" Masyarakat dan institusi dapat berperan sebagi Pelopor dan Pelapor (2P)".

Institusi berperan sebagai Pelopor di bidang perlindungan anak dengan cara mendorong terbentuknya pusat perlindungan terhadap perempuan dan anak.

fakultas hukum ulila mengadakan kuliah umum yang diselenggarakan di Auditorium Prof. Abdulkadir Muhammad, SH Fakultas Hukum Universitas Lampung, Selasa (05/03/2019).
fakultas hukum ulila mengadakan kuliah umum yang diselenggarakan di Auditorium Prof. Abdulkadir Muhammad, SH Fakultas Hukum Universitas Lampung, Selasa (05/03/2019). (Rls/humas)

Masyarakat dapat menjadi Pelapor yaitu dengan tidak membiarkan kasus pelanggaran terhadap anak terabaikan begitu saja.

BACA JUGA • Dewan Perwakilan Mahasiswa Unila Gelar Pelatihan Administrasi Keuangan

Hal ini disampaikan oleh Komisioner Bidang Sosial dan Anak dalam Situasi Darurat Komisi Perlindungan Anak Indonesis (KPAI), Susianah Affandy, dalam Kuliah Umum tentang Upaya Pemerintah Daerah dalam Memberikan Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan yang diselenggarakan di Auditorium Prof. Abdulkadir Muhammad, SH Fakultas Hukum Universitas Lampung, Selasa (05/03/2019).

Susianah Affandy mengatakan ada banyak faktor mengapa kekerasan sering terjadi khususnya pada anak, salahsatunya adalah tindak kekerasan terhadap anak dilakukan oleh orang terdekat.

BACA JUGA • Unila Go Internasional dengan Program Belajar Bersama Aoyama Gakuin University

 “Tren yang terjadi saat ini adalah orang yang seharusnya melindungi anak justru menjadi pelaku kekerasan pada karena anak dianggap lemah dan dianggap sebagai properti,” ujarnya.

Menurutnya, ini adalah tantangan bagi Fakultas Hukum Universitas Lampung untuk dapat mendorong Pemerintah Daerah agar memprioritaskan permasalahan perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan mengintegrasikan dalam kebijakan pembangunan dan mengimplemetasikannya juga kedalam program – program pembangunan, lanjut Susianah Affandy

Kuliah umum yang diselenggarakan oleh bagian Hukum Tata Negara FH Unila ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan diharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa tentang aspek-aspek perlindungan perempuan dan anak kemudian bisa disampaikan kepada setidak-tidaknya kepada anggota keluarga dan masyarakat sekitar mengenai betapa pentingnya aspek perlindungan terhadap perempuan dan anak.(Rls/humas)

(UNTUK INFORMASI TENTANG UNILA KLIK..https://www.unila.ac.id/)

Editor: Advertorial Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved