Tribun Metro

Pengelolaan Masih 50 Persen, Pemkot Diminta Seriusi Rusunawa Iringmulyo

Komisi I DPRD Metro meminta Pemerintah Kota (Pemkot) serius mengelola dan mengembangkan rumah susun sewa (rusunawa) Iringmulyo.

Pengelolaan Masih 50 Persen, Pemkot Diminta Seriusi Rusunawa Iringmulyo
Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Basuki, Ketua Komisi I DPRD Metro 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Komisi I DPRD Metro meminta Pemerintah Kota (Pemkot) serius mengelola dan mengembangkan rumah susun sewa (rusunawa) Iringmulyo.

"Sampai hari ini kita dengar masih 50 persen. Padahal sudah berapa tahun kan ada. Jadi, jumlah penghuni masih belum maksimal. Meski sudah disubsidi, harga murah, tapi tetap tidak bisa penuh juga," ujar Basuki, Ketua Komisi I, Senin (11/3).

Ia menjelaskan, dengan luas 68,74 persegi dan jumlah penduduk lebih dari 160 ribu jiwa, Pemerintah harus sudah menyiapkan agar Kota Metro tidak menjadi kumuh dengan kawasan padat penduduk dan pemukiman dalam 20 hingga 30 tahun ke depan.

Bulan Depan Pemkot Metro Kelola Rusunawa Iringmulyo 

Karenanya, Pemkot harusnya memaksimalkan hunian vertikal, seperti Rusunawa. Kemudian mendorong masyarakat beralih dan meninggalkan romantisme landed house (rumah tapak). Mengingat luas wilayah Metro yang kecil.

"Itulah cara yang efektif untuk menata Metro ke depan. Hunian vertikal memakan lahan lebih sedikit. Dan kita bisa mengatur sanitasi yang baik. Jadi konsep smart city itu betul-betul diwujudkan," imbuhnya.

Warga Eks Pasar Griya Sukarame Tetap Tolak Rusunawa

Basuki menilai, pengembangan hunian vertikal akan berdampak baik pada lingkungan. Karena pemerintah tinggal membangun landmark, taman, hutan kota, dan lainnya. Dimana ancaman kehilangan kawasan hijau dari pemukiman dapat berkurang.

"Permasalahan sekarang kan sudah berapa tahun ada, tapi masih sepi rusunawa. Apalagi belum juga diserahkan ke kita. Masih pusat kan. Dan tidak ada laporan juga ke DPRD, berapa PAD yang masuk dari sewa itu," katanya lagi.

Karenanya, ia mendorong, agar pemerintah berpikir keras untuk mengisi Rusunawa hingga penuh atau dimanfaatkan warga Metro secara maksimal. "Faktanya masih ada kawasan kumuh. Ya bagaimana caranya bisa terisi, karena sewanya kan tidak mahal," imbuhnya.

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved