Public Service

Jual Beli Ranmor Menyertakan STNK Tanpa BPKB

Bagaimana hukumnya jual beli sepeda motor yang hanya menggunakan STNK saja tanpa kepemilikan BPKB?

Jual Beli Ranmor Menyertakan STNK Tanpa BPKB
Otomania
Ilustrasi. 

Jual Beli Ranmor Menyertakan STNK Tanpa BPKB

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - YTH Pengamat Hukum. Bagaimana hukumnya jual beli sepeda motor yang hanya menggunakan STNK saja tanpa kepemilikan BPKB? Apakah tergolong ilegal motor yang dibeli tersebut? Mohon penjelasannya.

Pengirim: 085769527xxx

Lemah Secara Hukum

Setiap objek hukum baik benda bergerak maupun benda tak bergerak dapat diperjualbelikan dengan mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku.

Perlu dijelaskan di dalam Pasal 65 Ayat 1 huruf b dan c Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan, registrasi kendaraan bermotor baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat 2 huruf a meliputi kegiatan penerbitan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor dan penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. merupakan bukti bahwa kendaraan bermotor telah diregistrasi

Ingin Ambil BPKB Diminta Uang Penitipan

Dalam konteks ini pemilik diberi buku Pemilik Kendaraan Bermotor, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor, dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (UU No 22/2009 tentang LLAJ Pasal 65 Ayat 2).

Selain itu, di dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor pasal Pasal 1 Angka 8 dan angka 9 menjelaskan, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat BPKB adalah dokumen pemberi legitimasi kepemilikan ranmor yang diterbitkan Polri, dan berisi identitas ranmor dan pemilik, yang berlaku selama ranmor tidak dipindahtangankan.

Hati-hati, Kendararaan yang Mati Pajak 2 Tahun, STNK-nya Bakal Dinyatakan Hangus !

Sementara, Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disebut STNK adalah dokumen yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian ranmor yang berbentuk surat atau bentuk lain yang diterbitkan Polri yang berisi identitas pemilik, identitas ranmor, dan masa berlaku termasuk pengesahannya.

Dengan memahami pengertian ini, apabila saudara membeli kendaraan hanya dengan STNK saja tidak dengan BPKB, maka dipastikan jual beli tersebut lemah secara hukum dan dapat saja bermasalah karena bisa jadi kendaraan tersebut diduga didapat dari hasil kejahatan.

Karena STNK bukan bukti kepemilikan tetapi berfungsi untuk legitimasi operasi kendaraan. Sementara legitimasi bukti kepemilikan adalah BPKB.

Pada beberapa transaksi jual beli kendaraan yang hanya menggunakan STNK tidak ada BPKB-nya kerap berujung pada tindak pidana pertolongan jahat (penadahan), sebagaimana ketentuan Pasal 480 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal 4 (empat) tahun dan denda Rp. 900,00 (sembilan ratus rupiah).

Gindha Ansori Wayka SH MH
Pengamat Hukum di Bandar Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved