Soal Perkara Lahan Ibu-ibu yang Terobos Paspampres demi Temui Jokowi, BPN Beri Penjelasan

Soal Lahan Ibu-ibu yang Terobos Paspampres demi Temui Jokowi, BPN Lampung Selatan beri Penjelasan

Soal Perkara Lahan Ibu-ibu yang Terobos Paspampres demi Temui Jokowi, BPN Beri Penjelasan
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Selatan Sismanto dan jajaran memberi penjelasan kepada awak media terkait masalah pembebasan lahan JTTS, Selasa, 12 Maret 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Masih ingat insiden seorang wanita nekat menerobos Paspampres demi menemui Presiden Joko Widodo saat peresmian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)?

Wanita bernama Nur Halimah itu ingin menyampaikan soal ganti rugi lahan yang tak kunjung selesai kepada Jokowi saat meresmikan Tol Lampung di pintu tol Natar, Jumat, 8 Maret 2019.

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Selatan Sismanto menegaskan, uang ganti rugi lahan proyek JTTS yang masih bersengketa dititipkan di Pengadilan Negeri Kalianda.

Uang ganti rugi tersebut bisa dicairkan jika sengketa lahan telah selesai dan memiliki kekuatan hukum tetap.

Uang ganti rugi akan dibayarkan ke pemilik lahan yang berhak.

Sismanto menjelaskan, proses pembayaran ganti rugi yang disampaikan Nur Halimah berada di wilayah Desa Tanjungsari, Kecamatan Natar.

Di desa tersebut ada sekitar 80 bidang tanah yang terkena proyek JTTS.

Namun, hanya 39 bidang telah bersertifikat.

UPDATE Peresmian Tol Lampung - Terobos Paspampres, Seorang Ibu Bersimpuh di Kaki Jokowi Lalu Pingsan

Sementara 41 bidang belum bersertifikat dan hanya berupa surat sporadik.

“Dari jumlah 80 bidang ini, ada sekitar 60 yang bersengketa. Di mana 39 di antaranya antara pemilik yang memiliki sertifikat dengan yang pegang sporadik. Sisanya antara pemegang sporadik,” kata dia kepada awak media di kantornya, Selasa, 12 Maret 2019.

Halaman
1234
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved