Kisah 4 Pemuda Lampung Dampingi Kaum Difabel, Jadi Guru Koreografi Dance ala K-Pop

Wadah itu mereka namai Pembangkit Komunitas Sahabat Difabel Lampung atau Sadila.

Kisah 4 Pemuda Lampung Dampingi Kaum Difabel, Jadi Guru Koreografi Dance ala K-Pop
Istimewa
Komunitas Sahabat Difabel Lampung (Sadila) 

Kisah 4 Pemuda Lampung Dampingi Kaum Difabel, Jadi Guru Koreografi Dance ala K-Pop

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Empat pemuda di Lampung memutuskan menjadi pendamping teman-teman difabel. Mereka belajar bahasa isyarat secara autodidak.

Selanjutnya, mereka membantu teman-teman difabel dalam berkomunikasi dengan mereka yang tak difabel. Seperti apa kisahnya?

Keempat pemuda ini adalah Etik Mudmainah (Oma), Muhammad Syifa Syihab (Teteh Musas), Irfan Irsyad (Opa Edovan) dan Apriliana Nurulita Nur Fauzi (Fau Fau).

Keempatnya bertemu karena sama-sama tertarik mempelajari bahasa isyarat.

Mereka kerap berdiskusi sampai akhirnya membentuk wadah yang bertujuan mendampingi dan menjembatani teman-teman difabel di Lampung.

Wadah itu mereka namai Pembangkit Komunitas Sahabat Difabel Lampung atau Sadila.

Etik menceritakan, awalnya ia belajar bahasa isyarat dengan teman-teman difabel sendiri.

"Awalnya apa yang saya sampaikan saya tulis. Namun seiring waktu saya belajar cara mereka berkomunikasi dan kini jadi bisa," cerita dia, Kamis, 14 Maret 2019.

Mahasiswi jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Muhammadiyah Lampung ini kerap mendampingi teman difabel dalam berbagai acara.

Halaman
1234
Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved