Tribun Metro

Sempat Ngobrol Sebelum Ditemukan Tewas, Polisi Temukan Obat-obatan di Dekat Jasad Mbah Jojog

Kapolsek Metro Pusat Ajun Komisaris Suhardo membenarkan adanya penemuan mayat tanpa identitas di Pasar Kopindo

Sempat Ngobrol Sebelum Ditemukan Tewas, Polisi Temukan Obat-obatan di Dekat Jasad Mbah Jojog
Dokumentasi Polsek Metro Pusat
Jenazah Mbah Jojog saat akan dievakuasi di Pasar Kopindo, Metro 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Kapolsek Metro Pusat Ajun Komisaris Suhardo membenarkan adanya penemuan mayat tanpa identitas di Pasar Kopindo, Metro Kamis (14/3/2019) pagi.

Ia menjelaskan, pria yang dikenal dengan nama Mbah Jojog itu ditemukan tak bernyawa di depan Toko Kosmetik.

Pertama kali diketahui meninggal oleh petugas parkir setempat. Setelah beberapa kali sempat dibangunkan.

"Jadi dikira tidur. Tapi ternyata sudah tidak bernyawa. Memang yang bersangkutan ini tunawisma. Tinggal di pasar itu. Kalau tanda-tanda kekerasan tidak ada. Malah, jam 01.00 dini hari masih sempat ngobrol dengan petugas keamanan pasar," imbuhnya.

Ditambahkanya, dari hasil pemeriksaan sementara, Mbah Jojog meninggal karena sakit karena ditemukan beberapa obat di dekat jenazah serta tidak ada tanda kekerasan.

Pun demikian dari CCTV pasar terlihat, korban setelah mengobrol langsung tidur.

"Jadi dugaan karena sakit. Untuk identitasnya belum diketahui, karena kita cek sidik jari juga tidak muncul. Apabila warga ada yang merasa keluarga, bisa menghubungi kita atau rumah sakit," tuntasnya.

Pedagang Metro Pusat, Kota Metro digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria paruh baya di lorong Pasar Kopindo blok ruko 037, Kamis (14/3/2019) pagi.

Yanto, salah satu pedagang di Pasar Kopindo, Metro, mengaku, penemuan mayat diketahui sekitar pukul 07.00 WIB, saat para pedagang hendak berjualan.

"Pagi tadi itu. Jadi pas pada mau buka toko-toko pada kaget semua," ujarnya.

Ia mengaku, para pedagang tidak mengetahui identitas resmi dari korban yang dikabarkan sebagai tunawisma.

Namun, warga dan pedagang pasar setempat kerap memanggil Mbah Jojok, yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung.

"Tidak tahu orang mana, tapi seringnya dipanggil Mbah jojok. Tidak ada identitasnya juga pas ditemukan. Setiap hari mulung di sekitar sini. Tidur ya biasanya memang di emperan-emperan toko di pasar ini," terang, Ninik, pedagang lainnya.

Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Ahmad Yani Metro guna proses identifikasi penyebab kematian.

(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved