Tribun Metro

7 Pohon Tumbang di Metro Selama Maret 2019

BPBD Kota Metro mencatat tujuh pohon tumbang dan satu rumah rusak akibat cuaca ekstrem hujan yang disertai angin kencang selama bulan Maret.

7 Pohon Tumbang di Metro Selama Maret 2019
ISTIMEWA
Ilustrasi pohon tumbang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro mencatat tujuh pohon tumbang dan satu rumah rusak akibat cuaca ekstrem hujan yang disertai angin kencang selama bulan Maret.

"Sudah ada tujuh pohon tumbang. Kalau rumah itu di Kelurahan Mulyojati, atap rumah warga rusak diterjang angin kencang. Untuk korban jiwa cuaca ekstrem ini tidak ada. Hanya ada atap rumah rusak dan pohon tumbang," beber Kasi Kesiapsiagaan BPBD Metro Alfajar Nasution, Minggu, 17 Maret 2019.

Ia menilai, pohon tumbang berpotensi terus terjadi.

Ini mengingat banyak pohon rindang, baik di jalan ataupun dalam halaman rumah warga.

Meski sudah ada juga yang dilakukan pemangkasan.

"Untuk pemangkasan pohon itu bukan wewenang kami. Tetapi kalau di jalan protokol kan kewenangan pemerintah, jadi bisa dipangkas. Tapi yang di rumah warga ini yang repot. Karena tidak dipangkas terkena angin kencang terus roboh," imbuhnya.

BREAKING NEWS - Pohon Tumbang di Jalan Emir M Noer, Mobil dan Tiang Listrik Jadi Korban

Datangkan Nissa Sabyan, Prabowo Dipastikan Hadiri Kampanye di Metro

Terkait bencana banjir, Fajar mengaku, hingga saat ini belum terjadi di Kota Metro.

Meski ada di beberapa wilayah mengalami genangan air yang dalam, namun kemudian surut dalam waktu yang tidak begitu lama.

"Alhamdulillah, belum ada. Mudah-mudahan tidak ya. Kalau genangan air ada, tapi sebentar saja surut. Dan kita sudah memiliki relawan yang ditempatkan di masing-masing kelurahan. Mereka bertugas untuk memantau jika ada bencana," terangnya.

Dengan begitu, setiap peristiwa yang terjadi bisa ditangani dengan cepat.

Pihaknya juga mengimbau warga yang memiliki pohon besar di halaman rumah untuk dilakukan pemangkasan dan membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing.

"Ini untuk menghindari genangan air. Cuaca ekstrem ini masih belum bisa diprediksi kapan berakhir. Maka itu kami imbau masyarakat juga ikut proaktif, sehingga potensi-potensi bisa kita tekan," tuntasnya. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved