Tribun Tanggamus

Diskes Dapati 1 Penderita TBC di Lapas Kota Agung

Dinas Kesehatan Tanggamus menemukan satu penderita TBC selama screening di delapan tempat.

Diskes Dapati 1 Penderita TBC di Lapas Kota Agung
TRIBUN LAMPUNG/TRI YULIANTO
SCREENING - Diskes Tanggamus mengadakan screening bagi 380 warga binaan di Lapas Kota Agung. Hasilnya didapati satu penderita TBC 

Diskes Dapati 1 Penderita TBC di Lapas Kota Agung

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Dinas Kesehatan Tanggamus menemukan satu penderita TBC selama screening di delapan tempat.

"Kami temukan satu orang di Lapas Kota Agung. Kini ditangani Puskesmas Negara Batin untuk pengobatan sampai sembuh," ujar Winarti, Kasi P2PM, mewakili Kadiskes Sukisno, Minggu (17/3).

Screening bertujuan mencari penderita TBC agar bisa diobati, tidak menulari orang lain dan mengurangi risiko bagi penderitanya sendiri. Screening TBC diadakan dalam rangka peringatan hari TBC Sedunia pada 24 Maret 2019.

Ada 747 Penderita TBC, Diskes Beri Pengobatan Gratis Enam Bulan

Adapun delapan tempat yang menjadi lokasi screening adalah Rumah Tahanan Kota Agung, Pondok Pesantren Alfalah, Ponpes Darul Falah di Kecamatan Sumber Rejo, Ponpes Al Wahfi di Kecamatan Gisting, Lapas Kota Agung, Ponpes Falah Ulum di Kota Agung Barat, Ponpes Albarokah di Talang Padang, dan Ponpes Tafizul Quran di Kecamatan Gunung Alip.

Hati Hati, TBC Bisa Sebabkan Kematian, Kenali Ciri-cirinya

Selain TBC paru, di Lapas Kota Agung juga terdapat dua penderita TBC kelenjar. Keduanya selama ini sudah menjalani pengobatan dan dalam pengawasan RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, yang memiliki laboratorium untuk penanganan TBC kelenjar.

"Petugas lapas dan rutan sudah mengerti menangani penderita TBC karena memiliki petugas kesehatan, dan selama ini bagus penangannya," ujar Winarti.

Pola pengobatan bagi warga binaan yang mederita TBC adalah petugas dari rumah sakit dan puskesmas rutin mengunjungi lapas dan rutan. Bukan warga binaan yang dibawa ke rumah sakit atau puskesmas.

"Tapi untuk pihak lapas dan rutan kami minta agar benar-benar mengawasi mereka, terkait keharusan minum obat bagi penderita tiap hari. Harus terus, tidak boleh tidak," terang Winarti. (tri)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved