Tribun Tulangbawang

Pemkab Tulangbawang Luncurkan Program Siltap Nontunai

Pemerintah Kabupaten Tulangbawang meluncurkan program pembayaran penghasilan tetap (Siltap) aparatur kampung secara non tunai

Pemkab Tulangbawang Luncurkan Program Siltap Nontunai
Rls/kominfo
Bupati Tulangbawang Hj. Winarti memberikan pembekalan sekaligus menyerahkan petikan SK pengangkatan kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) rekrutmen Tahun 2018, yang dilaksanakan di Gegung Serba Guna (GSG) Kecamatan Menggala, Jum'at (01/03/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Pemerintah Kabupaten Tulangbawang meluncurkan program pembayaran penghasilan tetap (Siltap) aparatur kampung secara non tunai.

Program Siltap nontunai ini diharapkan Pemkab Tulangbawang menciptakan transparansi dalam bidang pelayanan dan mempercepat proses pembayaran.

Pemkab Tulangbawang juga meyakini Siltap nontunai bisa menjaga keamanan dari tangan jahat yang akan merampok tunjangan siltap aparatur kampung di bank.

Hal ini belajar dari beberapa kasus yang yang menimpa kepala kampung beberapa waktu lalu.

Uang Siltap yang baru diambil secara tunai di bank raib dirampok.

"Sudah ada kasus mobil Kakam dirampok, ini pelajaran sangat mahal bagi kami. Ke depan kami akan coba terus pelayanan yang lebih cepat dan aman. Semoga dengan pembagian kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kepada Aparatur Kampung dapat seluruhnya terjangkau," ujar Bupati Tulangbawang Winarti, Minggu (17/3/2019).

Winarti mengatakan, sistem pencairan dana nontunai di Kabupaten Tulangbawang memang sudah lebih dulu diterapkan untuk pembayaran gaji para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Tulangbawang.

Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Yen Dahren mengatakan bahwa dengan dana sangat besar yang diterima kampung-kampung, tentu sangat memerlukan kehati-hatian.

Bupati Winarti Pastikan Pemerintah akan Lanjutkan Perbaikan Jalan Poros Simpang Penawar - Rawajitu

Ini mengingat rata-rata perkampungannya mendapat kucuran dana sebesar Rp 527 untuk Siltap.

"Jadi melalui sistem nontunai ini bisa lebih aman dan efisien. Karena disetor langsung ke rekening," terang Yen Dahren.

Dia mengatakan, pengucuran dana ini merupakan bentuk realisasi 25 program unggulan pro-rakyat dari Pemkab Tuba.

Masing-masing kampung menerima dana berbeda beda, dihitung sesuai dari jumlah penduduk dan luas wilayahnya.

"Dengan adanya inovasi pembayaran non-tunai, tentu sangat berguna dalam meminimalisasi hal yang tidak inginkan, karena jumlah dana untuk masing-masing kampung tentu tidak sama. Berdasarkan potensi wilayah ada kampung yang bahkan mendapat Rp 1 miliar lebih dan ada kampung yang mendapat kurang dari itu, tergantung besar kecilnya wilayah dan potensi," papar Yen.

(Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved