Tribun Lampung Tengah

Polres Lampung Tengah Buru Pengedar Sabu Hingga ke Dapur

Kegigihan polisi dalam mengungkap peredaran narkoba di Kampung Gunung Sugih, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, patut diacungi jempol.

Polres Lampung Tengah Buru Pengedar Sabu Hingga ke Dapur
Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam
Inilah barang bukti 10 paket kecil sabu yang diamankan dari kediaman Juanda Aliansyah, warga Gunung Sugih. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GUNUNG SUGIH - Kegigihan polisi dalam mengungkap peredaran narkoba di Kampung Gunung Sugih, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, patut diacungi jempol.

Dalam sebuah penggerebekan di Jalan RT 01 RW 06 Kampung Gunung Sugih, Jumat, 15 Maret 2019 lalu, petugas Satresnarkoba Polres Lampung Tengah mengejar seorang tersangka pengedar sabu hingga ke dapur rumah.

Upaya tersebut membuahkan hasil.

Di rumah tersangka Juanda Aliansyah (32), ditemukan barang bukti sebanyak 10 paket kecil serbuk haram.

Kasat Resnarkoba Polres Lampung Tengah Iptu Dailami menjelaskan, pihaknya mendapat informasi kediaman Juanda kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

"Sekitar pukul 10.30 WIB, kita lakukan penggerebekan di rumah pelaku. Saat itu ia sedang berada di dapur. Pelaku awalnya ia mengelak memiliki narkotika. Namun, setelah dilakukan penggeledahan, barang bukti 10 paket sabu kita temukan," kata Iptu Dailami, mewakili Kapolres AKBP I Made Rasma, Minggu, 17 Maret 2019.

Adapun serbuk haram itu ditemukan polisi di bawah meja.

Jadi Pengedar Sabu, Bocah ABG asal Pesawaran Diringkus

Gerebek Rumah Pengedar, Polisi Temukan Sabu di Kotak Es Krim

"Rencananya, barang bukti itu dijual kepada seseorang. Modusnya calon pembeli mendatangi rumah pelaku untuk bertransaksi," ujarnya.

Junda Aliansyah kepada penyidik kepolisian mengakui barang bukti senilai jutaan rupiah itu adalah miliknya.

Sabu tersebut dibeli dari seseorang di kawasan Gunung Sugih seharga Rp 1,5 juta.

Ia berencana menjualnya seharga Rp 250 ribu per paket kecil.

Saat ini, tersangka dan barang bukti 10 paket kecil sabu diamankan di Mapolres Lamteng guna penyidikan lebih lanjut. 

Juanda dijerat pasal 112 ayat 1  dan pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 5 sampai 12 tahun penjara. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved