Tribun Metro

Pemkot Lelang Material Ruko Jl Sudirman Rp 380 Juta

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro telah melelang material bangunan ruko di Jalan Jenderal Sudirman senilai Rp 380 juta.

Pemkot Lelang Material Ruko Jl Sudirman Rp 380 Juta
TRIBUN LAMPUNG/INDRA SIMANJUNTAK
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro telah melelang material bangunan ruko di Jalan Jenderal Sudirman 

Pemkot Lelang Material Ruko Jl Sudirman Rp 380 Juta

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro telah melelang material bangunan ruko di Jalan Jenderal Sudirman senilai Rp 380 juta.

Sekretaris Kota (Sekkot) Metro Nasir AT mengatakan, ada dua tahapan dalam proses pembangunan ruko Jalan Jendral Sudirman. Tahap pertama adalah penghapusan aset yang sudah dilaksanakan.

DPRD Minta Pemkot Metro Renovasi Stadion Tejosari

Berdasarkan hitungan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) material ditaksir Rp 120 juta. "Jadi nilai lelang awal yang ditawarkan sebesar Rp 120 juta. Tapi material bangunan laku terjual sebesar Rp 380 juta," ujarnya selepas Paripurna DPRD HUT Ke-55 Provinsi Lampung, Senin (18/3).

Sementara tahapan selanjutnya adalah pembangunan. Dalam perencanaan, ruko akan dibangun basement sebagai area parkir. Kemudian dibuat tiga lantai. Lantai pertama dan dua untuk ruko.

15 Aset Milik Pemkot Metro Belum Bersertifikat

Sementara lantai ketiga untuk foodcourt. Pelaksanaan pembangunan akan dilakukan oleh pihak pengembang. Ia mengaku, untuk kontribusi dari pengembang ada dua. Ada yang kontribusi langsung dan ada kontribusi 10 persen dari bangunan jadi milik pemerintah.

"Kalau untuk total nilai kontribusi yang diberikan pengembang ke pemkot berapa saya lupa, tapi cukup besar, ada hitung-hitungannya. Nah, ruko ini menggunakan sistem hak guna serah (HGS) selama 30 tahun," katanya lagi.

Untuk pengelolaannya, Nasir menambahkan, akan dilakukan langsung oleh pihak pengembang ke pedagang. Komisi I DPRD Metro mempertanyakan kontribusi pihak ketiga terkait pembangunan ruko di Jalan Jendral Sudirman.

"Kita sudah ada masa lalu yang tidak baik. Pembangunan Metro Mega Mall memakan waktu yang lama dan berlarut-larut. Jadi jangan sampai seperti itu lagi. Jadi perencanaan harus matang," ujar Wakil Komisi I Nasrianto Effendi, Senin (18/3).

Ia juga menyinggung besaran investasi yang akan ditanam harus dipublikasikan secara terbuka. Pun demikian dengan kontribusi yang akan diberikan pihak ketiga selama proses pengelolaan dalam 30 tahun ke depan.

"Kita kan enggak tahu. Siapa yang investasi pun kita tidak paham. Berapa dia investasi, berapa kontribusinya nanti. Itu harus dibuka. Supaya harga yang ditetapkan bisa dihitung juga nanti. Bagaimana pun ini untuk Metro kan," ujarnya.

Ia menambahkan, agar pengelola nantinya memrioritaskan kepada warga Metro dalam berinvestasi.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved