Tribun Bandar Lampung

Jalani Rekonstruksi, 2 Tersangka Pembunuhan Caleg Reki Nelson Peragakan 29 Adegan

Dua tersangka pembunuhan Reki Nelson (48) menjalani rekonstruksi kasus, Senin (18/3/2019).

Jalani Rekonstruksi, 2 Tersangka Pembunuhan Caleg Reki Nelson Peragakan 29 Adegan
Tribunlampung.co.id/Dodi Kurrniawan
Rekonstruksi pembunuhan caleg bernama Reki Nelson. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dua tersangka pembunuhan Reki Nelson (48), warga Perumahan Citra Garden, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung, menjalani rekonstruksi kasus pada Senin (18/3/2019). Keduanya, Safri Alfikar alias Joey dan Kurniawan Akbar alias Kurni, memeragakan total 29 adegan.

Rekonstruksi berlangsung di lapangan tenis Polresta Bandar Lampung. Selain dua tersangka, polisi juga menghadirkan tiga saksi, yaitu anak korban, dan dua satpam Perumahan Citra Garden.

Turut hadir sejumlah anggota keluarga korban menyaksikan jalannya rekonstruksi. Termasuk sang istri, Putri Maya Rumantir.

Dari Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, tampak Jaksa Penuntut Umum Romand Fazardo P dan dua jaksa lainnya.

Pantauan awak Tribun Lampung, tersangka Safri dan Kurniawan menjalani rekonstruksi bersama beberapa orang yang menjadi peran pembantu. Keduanya memeragakan total 29 adegan, dari awal peristiwa hingga terjadinya pembunuhan Reki Nelson.

Pelaksanaan rekonstruksi sendiri bertujuan melengkapi berkas perkara. Jaksa Penuntut Umum Romand Fazardo P menjelaskan, melalui rekonstruksi, akan tergambar secara terang perbuatan dan peran masing-masing tersangka.

"Sampai sampai saat, tersangka utama penusuk Reki Nelson belum juga ketahuan. Yang lain, seperti tersangka Kurniawan, ikut memukul. Tersangka Safri tidak mengakui. Akan tetapi, tersangka Kurniawan menyebut tersangka Safri juga memukul korban," paparnya kepada awak media.

Romand mengungkapkan, hingga kini, belum dilakukan pelimpahan tahap pertama berkas perkara pembunuhan tersebut ke Kejari Bandar Lampung. Adapun berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), dua tersangka ini dijerat pasal berlapis. Mulai dari pasal 338, pasal 170, hingga pasal 351 ayat 3 jo pasla 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

"Berdasarkan informasi yang masuk, RL (masih buron) sering membawa pisau karena dia penjual durian. Ini jadi petunjuk yang akan dituangkan dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dan disampaikan dalam persidangan," jelas Romand.

Pergoki Pelaku

Halaman
123
Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved