Tribun Lampung Selatan

Lahan Desa Terkena Dampak Tol Lampung, 2 Warga Jatiagung Gelar Aksi Tutup Mulut

Dua warga Dusun V Jatisari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan menggelar aksi tutup mulut.

Lahan Desa Terkena Dampak Tol Lampung, 2 Warga Jatiagung Gelar Aksi Tutup Mulut
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
Dua warga Jatimulyo menggelar aksi tutup mulut di depan kantor bupati Lamsel, Selasa, 19 Maret 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JATIAGUNG - Dua warga Dusun V Jatisari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan menggelar aksi tutup mulut.

Mereka memprotes belum adanya penyelesaian masalah lahan lapangan yang terkena dampak pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) atau Tol Lampung.

Kedua warga tersebut mendatangi kantor bupati Lampung Selatan dengan membawa spanduk.

Spanduk itu berisi keluhan karena dua tahun tidak ada kejelasan atas tuntutan warga yang menginginkan adanya pergantian lapangan baru.

Keduanya sempat menggelar aksi di depan pintu kantor untuk bertemu Plt Bupati Nanang Ermanto.

Petugas Pol PP kemudian mempersilakan keduanya untuk masuk dan menunggu di lobi.

Aksi tutup mulut dilakukan dengan melakban mulut.

Bahkan ketika awak media hendak menanyakan persoalan pun keduanya tidak memberikan jawaban.

Tol Lampung Bikin Usaha di Sepanjang Jalinsum dan Jalinpantim Sepi, Bagaimana Solusinya?

Tol Lampung Masih Gratis, Pengendara Tetap Wajib Pakai e-Toll

Keduanya hanya memperlihatkan sebuah amplop warna cokelat yang berisi dokumen-dokumen tentang tanah lapangan desa.

Keduanya hanya ingin berbicara dengan pejabat terkait.

Mereka memberikan penjelasan singkat melalui tulisan di atas kertas.

Selang beberapa saat, keduanya pun diterima oleh staf ahli bupati bidang pemerintah, hukum dan politik Prianto Putro.

Dari informasi yang diperoleh, persoalan lapangan di Dusun Jatisari, Desa Jatimulyo tersebut sudah berlangsung sejak dua tahun lalu.

Tanah lapangan tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Lampung kepada desa pada tahun 1999 silam untuk dijadikan lapangan umum.

Warga desa berharap lapangan yang terkena proyek tol diganti dengan lapangan baru. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved