Tribun Bandar Lampung

Pergunu Lampung Akan Helat Harlah dan Rakernas 29-31 Maret 2019

Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Lampung menyambangi redaksi Tribun Lampung.

Pergunu Lampung Akan Helat Harlah dan Rakernas 29-31 Maret 2019
ISTIMEWA
SILATURAHMI PERGUNU LAMPUNG - Sekretaris Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Lampung Ihsan Mustofa (dua dari kiri) dan jajaran berfoto bareng Penjabat Manajer Liputan Tribun Lampung Gustina Asmara (berhijab) dan Redaktur Kota Yoso Muliawan (tiga dari kanan) usai kunjungan silaturahmi, Senin (18/3/2019) petang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) Lampung menyambangi redaksi Tribun Lampung, Senin (18/3) sore. Dalam kunjungannya, selain bersilaturahmi, jajaran PW Pergunu menyosialisasikan rencana perhelatan Hari Lahir Ke-67 Pergunu serta Rapat Kerja Nasional III.

Sekretaris PW Pergunu Lampung Ihsan Mustofa mewakili Ketua PW Pergunu Lampung Jamaluddin Malik menjelaskan, agenda Harlah Ke-67 Pergunu dan Rakernas III Pergunu akan berlangsung pada 29-31 Maret 2019.

"Pergunu sebenarnya sudah ada sejak 1952. Tapi, saat Orde Baru, organisasi profesi guru yang muncul hanya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Pergunu baru hidup lagi pada 2012 setelah Muktamar NU di Makassar (Sulawesi Selatan). Dari terakhir 1952 dan baru hidup lagi pada 2012, Pergunu belum pernah merayakan harlah. Jadi, ini perayaan harlah yang pertama, walaupun tercatat sebagai harlah ke-67," papar Ihsan.

Perayaan harlah akan berlangsung di Lapangan Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, 29 Maret 2019. Panitia menargetkan peserta sebanyak 15 ribu guru dari Lampung dan luar Lampung.

Sementara rakernas akan bertempat di Asrama Haji Bandar Lampung. Target peserta sebanyak 1.500 guru yang merupakan perwakilan PW Pergunu Lampung serta Pengurus Cabang (PC) Pergunu kabupaten/kota.

"Kami mengundang Presiden Joko Widodo untuk membuka acara. Kalau Presiden Jokowi berhalangan hadir, kami berharap Wakil Presiden Jusuf Kalla bisa hadir. Kami juga mengundang beberapa menteri, seperti Menteri BUMN, Menteri Agama, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, termasuk Pengurus Besar NU," kata Ihsan.

Adapun tema rangkaian acara ini adalah "Guru Aswaja Menyatukan Bangsa untuk Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia".

Ihsan menjelaskan, guru merupakan garda terdepan dalam upaya membangun karakter bangsa.

"Dalam beberapa tahun terakhir, persatuan bangsa agak terkoyak. Karena itulah, kami ingin menguatkan kembali ukhuwah melalui peran guru," ujar Ihsan yang juga menjadi ketua pelaksana acara.

"Guru sendiri bukan hanya guru formal yang berstatus pegawai negeri sipil. Tapi juga guru swasta, honorer, bahkan guru di pesantren, TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an), dan lainnya," imbuh Ihsan.

Halaman
12
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved