Tribun Lampung Selatan

13 Juta Hektare Hutan di Dunia Rusak Setiap Tahun

Dari data PBB, terang Iqbal, setiap tahunnya ada sekitar 13 juta hektare hutan mengalami kerusakan.

13 Juta Hektare Hutan di Dunia Rusak Setiap Tahun
Istimewa
Kader Konservasi FK3I Wilayah Lampung Iqbal Amirudin Ihsanu menunjukkan pohon yang ditanam di tepi pantai. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Peringatan Hari Hutan dan Hari Air Sedunia pada Maret ini diharapkan menjadi momentum untuk mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih mencintai lingkungan, khususnya kawasan hutan dan lingkungan sekitar.

Menurut Iqbal Amirudin Ihsanu, kader konservasi FK3I wilayah Lampung, peringatan Hari Hutan Sedunia pertama kali dilaksanakan pada 21 Maret 2013 lalu berdasarkan hasil resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2012.

Tujuannya, untuk saling memberikan informasi mengenai visi misi kehutanan dan kaitannya dengan perubahan iklim global serta langkah-langkah yang perlu diambil.

Dari data PBB, terang Iqbal, setiap tahunnya ada sekitar 13 juta hektare hutan mengalami kerusakan.

Hilangnya kawasan hutan ini juga diikuti dengan hilangnya spesies tumbuhan dan hewan di dalamnya.

Kondisi ini juga menyebabkan meningkatnya polusi udara berupa karbon.

Kerusakan Hutan Sebelum dan Sesudah Pilkada Selalu Tinggi

Jawab Komentar Greenpeace Terkait Pernyataan Jokowi Soal Kebakaran Hutan, Kementerian KLH Ungkap Ini

“Hilangnya fungsi hutan juga menurunkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan yang memang sangat bergantung dengan hasil hutan untuk penghidupan mereka sehari-hari,” kata dia, Jumat, 22 Maret 2019.

Rusaknya hutan juga memicu terjadinya bencana.

Seperti bencana banjir yang terjadi di Sentani, Papua serta longsor di Jawa Barat.

Itu merupakan salah satu dampak hilangnya fungsi hutan dan tidak berjalannya siklus air dengan baik.

Halaman
12
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved