Diserang Penyakit Upas, Petani Lada di Air Naningan Tak Berdaya

Petani lada di Kecamatan Air Naningan, Tanggamus tak berdaya menghadapi penyakit upas atau kuning.

Diserang Penyakit Upas, Petani Lada di Air Naningan Tak Berdaya
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Suherman menunjukkan pohon lada yang sehat (kanan), Jumat, 22 Maret 2019. Sementara di sebelah kiri adalah pohon lada yang terkena penyakit upasĀ  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, AIR NANINGAN - Petani lada di Kecamatan Air Naningan, Tanggamus tak berdaya menghadapi penyakit upas atau kuning.

Pasalnya, penyakit ini sulit diobati dan membuat tanaman mati.

Menurut Suherman, petani lada di Pekon Sinar Sekampung, Kecamatan Air Naningan, penyakit tersebut sudah tahunan tidak ada obatnya.

Upas mudah mewabah sejak tujuh tahun terakhir. 

"Kalau sudah kena penyakit upas, tanaman pasti mati. Diobati pakai apa saja tidak akan bisa. Akhirnya juga mati," ujar Suherman, Jumat, 22 Maret 2019.

Ia menjelaskan, ciri tanaman saat terkena penyakit upas bisa dilihat dari warna daun dan batangnya.

Kedua bagian tanaman itu berwarna hijau kekuningan.

Panen Lada Hitam Turun karena Curah Hujan Tinggi

Lalu daunnya menguning kuat dan rontok.

Sedangkan batangnya mengering dan akhirnya mati. 

"Warna kuning itu dari atas dulu, terus makin ke bawah, barulah tanaman mati. Dipotong yang ada kuningnya saja tidak bisa. Tetap saja akhirnya kuning lagi," kata Suherman. 

Halaman
123
Penulis: Tri Yulianto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved