Tribun Tanggamus

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Luncurkan Kawasan Industri Hortikultura di Tanggamus

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meluncurkan kawasan industri hortikultura di Tanggamus.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Luncurkan Kawasan Industri Hortikultura di Tanggamus
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meluncurkan kawasan industri hortikultura di Tanggamus 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meluncurkan kawasan industri hortikultura di Tanggamus.

Kawasan industri hortikultura ini digagas PT Great Giant Pineapple (GGP) yang bermitra dengan petani pisang emas di Tanggamus.

Hasil kemitraan GGP dengan petani pisang emas di Tanggamus menghasilkan produk pisang yang menembus pasar ekspor.

"Ini pilot project pengembangan kawasan industri hortikultura. Jika ini berhasil maka diterapkan ke tempat lain," ujar Airlangga, Senin 25 Maret 2019.

Ia menambahkan PT GGP selama ini bergerak di bidang ekspor hortikultura dan berhasil.

Polanya perusahaan beri bibit, pendampingan petani sampai fasilitasi pemasaran.

"Selama ini hasil kemitraan itu sudah mampu memanfaatkan lahan seluas 200 hektare di Tanggamus dan akan ditingkatkan seribu hektare dan memberi pelatihan untuk ekspor," ujar Airlangga.

Kemudian Welly Sugiharto, dari PT GGP mengaku, perusahaan ini bergerak di produksi hortikultura dengan melibatkan petani dan memasarkan hasilnya.

Ekspor Lampung Februari 2019 Turun 19,43 Juta Dolar AS

"Tanahnya milik petani, investor mengembangkan dan memasarkan, dan kerjasama dengan bea cukai untuk pengurusan ekspor. Dan sekarang itu kami tingkatkan dengan aplikasi industri 4.0," ujar Welly.

Dengan penggunaan aplikasi itu sebagai penunjang kualitas karena bermanfaat untuk kontrol, proses, ketepatan dan transparan.

Dan langkah selanjutnya menerapkan itu di Pesawaran dan Bali, didasari pilot project dari Tanggamus.

Bupati Tanggamus Dewi Handajani, berterimakasih kepada PT GGP karena sudah bermitra dengan petani Tanggamus bahkan bisa sampai menembus pasar ekspor.

"Selama ini kondisi di Tanggamus komperehensif dan harapannya bisa kompetitif, caranya dengan keterlibatan pihak investor. Harapannya ke depan ada pelatihan pengolahan pangan dari bahan buah pisang reject," kata Dewi.

(Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved