MTs Al-Fatah Natar 3 Kali Juara Umum Kejuaraan Pencak Silat

MTs Al-Fatah, Natar, Lampung Selatan menjadi juara umum Pencak Silat National Open Tournament Lampung Championship III kategori SMP.

MTs Al-Fatah Natar 3 Kali Juara Umum Kejuaraan Pencak Silat
Tribunlampung.co.id/Eka Achmad Solihin
MTs Al-Fatah Natar menjadi juara umum Pencak Silat National Open Tournament Lampung Championship III kategori SMP. Ajang ini berlangsung pada Sabtu-Minggu (23-24/3) di GOR Saburai, Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - MTs Al-Fatah, Natar, Lampung Selatan menjadi juara umum Pencak Silat National Open Tournament Lampung Championship III kategori SMP.

Ajang ini berlangsung pada Sabtu-Minggu (23-24/3) di GOR Saburai, Bandar Lampung.

Dengan keberhasilan ini, MTs Al-Fatah sudah tiga kali berturut-turut menjadi juara umum dalam ajang serupa.

Pelatih pencak silat MTs Al-Fatah Zakian Fadlen mengungkapkan, kunci sukses timnya menjadi juara bertahan adalah latihan tekun.

"Alhamdulillah, kami sudah tiga kali berturut-turut juara umum. Dari 2017 kami ikut kejuaraan ini," kata Zakian usai menerima piala juara umum. "Penekanan saat latihan lebih pada teknik dan fisik," jelasnya.

Adapun juara umum kategori SD disabet Satria Sejati Bandar Lampung.

Kemudian juara umum kategori remaja/SMA diraih Satria Muda Lampung.

1.360 Peserta Ikuti Lampung Championship III Pencak Silat Open Turnament di Gor Saburai

Universitas Saburai Siapkan 12 Beasiswa Bagi Peserta Pencak Silat Saburai Cup

Sementara Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Lampung dinobatkan sebagai juara umum kategori dewasa.

Perwakilan PSHT Unila Muhammad Abdilah mengaku bangga atas torehan prestasi juara umum dalam ajang ini.

"Alhamdulillah, sangat bangga. Event ini bisa menunjang kemampuan teman-teman di PSHT," ujarnya.

Ketua Pelaksana Pencak Silat National Open Tournament Lampung Championship III Muhammad Asri Lubis mengungkapkan, ajang 2019 ini merupakan kelanjutan dari ajang I dan II pada 2017 dan 2018.

"Ini prakarsa kami untuk memajukan pencak silat di Lampung. Mencari bibit-bibit pesilat unggul dari usia dini, mulai tujuh tahun sampai 20 tahun, untuk menjadi atlet elite pada umur 21 tahun," jelasnya.

Total peserta turnamen tersebut sebanyak 1.352 orang dari 336 kontingen atau klub.

Mereka berasal dari beberapa provinsi, seperti Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, termasuk Lampung.

Sistem pertandingan mempertemukan peserta berdasarkan umur, tinggi, dan berat. Panitia mempertemukan antara peserta tahap pemula dengan pemula, tahap mahir dengan mahir, serta tahap elite dengan elite. (Tribunlampung.co.id/Eka Achmad Solihin)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved