Tribun Metro

Pemkot Metro Tahun Ini Akan Sesuaikan Zona Nilai Tanah

Pemkot Metro juga mengapresiasi Bank Lampung dan KPP Pratama yang membantu terlaksananya sistem pembayaran PBB.

Pemkot Metro Tahun Ini Akan Sesuaikan Zona Nilai Tanah
Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
Sekkot Metro Nasir AT membayar PBB rumah dinasnya dalam acara Pekan Panutan PBB di kantor BPPRD Metro, Selasa, 26 Maret 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota Metro akan menyesuaikan zona nilai tanah (ZNT).

Wali Kota Achmad Pairin menjelaskan, sejak PBB diserahkan menjadi urusan daerah, sejak tahun 2002 sampai dengan 2018 nilai jual objek pajak di Kota Metro belum pernah mengalami perubahan.

Untuk itu, tahun ini akan dilaksanakan penyesuaian ZNT.

Hal tersebut, terus Pairin, disesuaikan dengan berkembangnya pembangunan di Metro.

Sehingga penyesuaian ZNT sudah sangat layak dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pemkot Metro juga mengapresiasi Bank Lampung dan KPP Pratama yang membantu terlaksananya sistem pembayaran PBB.

"Dan kita harapkan, kegiatan ini dapat menjadi contoh dan keteladanan bagi semua pihak dalam rangka kewajiban membayar pajak," ujarnya di sela acara Pekan Panutan PBB di Kantor Badan Pengelolan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Metro, Selasa, 26 Maret 2019.

Dinas Pendapatan Bakal Kaji NJOP Tanah

Djohan Minta Perubahan NJOP di Metro segera Dilaksanakan

Kepala BPPRD Metro Arif Joko Arwoko mengatakan, ZNT pertama kali dilaksanakan pada 2002 silam.

Tahun ini pihaknya akan meningkatkan pelayanan untuk pajak BPHTB, pajak hotel dan pajak restoran.

Caranya dengan menerapkan sistem SPTPD online yang saat ini sedang masa uji coba atau penyempurnaan.

"Jadi penyesuaian ZNT ini supaya dapat mengatasi permasalahan-permasalahan dalam upaya peningkatan PAD (pendapatan asli daerah) Metro. Dimana target PBB 2019 sebesar Rp 4,5 miliar atau naik 39,21 persen dari target PBB tahun 2018," imbuhnya.

Ia menambahkan, tahun ini terdapat penambahan SPPT, yakni dari 51.272 tahun 2018 menjadi 52,935 tahun 2019.

"Ini tentu menjadi tantangan kita dalam mencapai realisasi tersebut dan kenaikan target PBB-P2 tahun 2019 dikarenakan telah disesuaikannya ZNT yang sudah mendekati harga kondisi saat ini," terangnya.

Adapun realisasi PBB Tahun 2018 sebesar Rp 2.653.359.821 dari target Rp 3.232.431.310 atau sebanyak 85,52 persen.

Perolehan tersebut lebih baik dari tahun 2017 sebesar 81,34 persen. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved