Tribun Tulangbawang

Akhirnya PT Central Proteina Prima Beri Izin PLN Lampung Pasang Listrik Bagi Masyarakat Dipasena

Keinginan masyarakat Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulangbawang untuk menikmati arus listrik PLN, makin mendekati kenyataan.

Akhirnya PT Central Proteina Prima Beri Izin PLN Lampung Pasang Listrik Bagi Masyarakat Dipasena
PLN via kompas.com
ILustrasi - PLN akhirnya diberi izin PT CPP untuk kembali pasang jaringan di Kampung Dipasena. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnaen 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, RAWAJITU - Keinginan masyarakat Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulangbawang untuk menikmati arus listrik PLN, makin mendekati kenyataan.

Hal iIni menyusul adanya angin segar yang dihembuskan PT Central Proteina Prima (CPP) yang memberi akses kepada PLN yang akan kembali memasang jaringan listrik ke wilayah berikat itu.

PT CPP telah memberian jawaban resmi atas surat yang dilayangkan PLN Lampung guna memberi izin untuk penggunanaan infrastruktur jaringan PLN di wilayah pertambakan Bumi Dipasena.

"Ini adalah kabar baik untuk seluruh masyarakat Bumi Dipasena Kecamatan Rawajitu Timur," kata Nafian Faiz, Ketua Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah Lampung ( P3UW Lampung), Kamis (28/3/2019).

Surat dari PT CPP untuk PLN Lampung
Surat dari PT CPP untuk PLN Lampung (Tribun Lampung/Endra Zulkarnaen)

Nafian mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi bahwa PT CPP melalui suratnya telah memberi akses kepada PLN untuk penggunanaan infrastruktur jaringan PLN di wilayah pertambakan Dipasena.

Jika benar demikian, Nafian menilai, hal tersebut merupakan langkah maju untuk kehidupan masyarakat Dipasena yang telah tujuh tahun tidak menikmati arus listrik PLN pasca konflik yang berbuntut hengkangnya PT CPP dari Dipasena.

Padahal, listrik merupakan denyut nadi bagi masyarakat Dipasena yang sebagian besar petambak.

Ini lantaran listrik merupakan salah satu hal utama untuk petambak dalam berbudidaya udang.

Surat PLN Lampung kepada PT CPP
Surat PLN Lampung kepada PT CPP (Tribun Lampung/Endra Zulkarnaen)

Petambak Dipasena Kembali Bangun Dua Pintu Air Senilai Rp 2,5 Miliar secara Swadaya

"Ini perlu diapresiasi, karena sudah hampir tujuh tahun kami tidak menikmati penerangan yang memadai, dan ini sangat menyulitkan kami berbudidaya udang," papar Nafian.

Halaman
12
Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved