Public Service

Pihak Berutang Diiklankan di Media Massa

Saya ingin bertanya apa hukumnya bagi suatu institusi atau individu yang menyebarluaskan foto seseorang yang terjerat utang tapi belum dilunasi.

Pihak Berutang Diiklankan di Media Massa
net
Ilustrasi 

Pihak Berutang Diiklankan di Media Massa

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Yth Pengamat Hukum. Saya ingin bertanya apa hukumnya bagi suatu institusi atau individu yang menyebarluaskan foto seseorang yang terjerat utang tapi belum dilunasi.

Misalnya, seseorang yang belum bayar utang itu fotonya diiklankan atau diumumkan di media massa, dan di dalam iklan itu orang tersebut diminta segera melunasi.

Pihak Berutang Langgar Kesepakatan

Apakah tindakan yang mengiklankan atau mengumumkan tersebut bisa dibenarkan? Pada sisi lain sosok yang berutang dan menjadi obyek iklan itu bisa mengambil langkah hukum? Terimakasih atas penjelasannya.

Pengirim +6289911268xxx

Tidak Diperkenankan Secara Hukum

SERING kita saksikan bahwa ada iklan dari instusi atau individu terkait seseorang harus melunasi hutangnya, biasanya dicantumkan bahwa seseorang itu harus menyelesaikan segala kewajibannya pada suatu kantor atau institusi atau individu.

Pada dasarnya upaya menyebarluaskan informasi seseorang yang berutang di media massa tidak diperkenankan secara hukum, karena dapat dikategorikan menyerang harkat dan martabat seseorang.

Kalaupun seseorang tersebut memang punya sangkutan uutang dengan institusi atau individu, seharusnya upaya yang ditempuh adalah menggugat ke Pengadilan karena wanprestasi jika ada perjanjiannya terlebih dahulu, dan jika tidak diperjanjikan dapat digugat karena telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Sanksi Apotek Bebas Jualbelikan Pil PCC

Mengiklankan seseorang yang memiliki utang telah membuat tersiar kepada khalayak umum, maka kantor atau institusi atau individiu tersebut dikategorikan telah menyebarluaskan informasi.

Meskipun informasinya benar, tetapi telah menyerang harkat dan martabat seseorang, maka terhadap yang punya uutang (orang yang diiklankan) tersebut dapat mengambil langkah hukum untuk melaporkan pihak yang mengiklankan tersebut dengan tuduhan tindak pidana pencemaran nama baik, sebagaimana yang ada di dalam Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah (Pasal 310 Ayat (1)) dan diancam pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, apabila melanggar Pasal 310 Ayat (2)) KUHP.

Gindha Ansori Wayka SH MH
Pengamat Hukum di Bandar Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved